109 Ekor Sapi di Babel Terinfeksi PMK, Vaksinasi Digencarkan

Setidaknya sebanyak 109 ekor sapi yang berada di Provinsi Bangka Belitung (Babel) terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ratusan hewan ternak positif PMK tersebut tersebar di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.

 

Pejabat Gubernur Bangka Belitung (Babel) Sugito mengatakan hingga akhir Januari ini ada 109 ekor sapi positif mengidap PMK.

 

"Di Pangkalpinang 96 Ekor dan di Kabupaten Bangka 13 Ekor, totalnya 109 ekor," kata Sugito usai vaksinasi PMK di Kota Pangkalpinang, Rabu (22/1).

Sapi-sapi yang positif itu lanjutnya sudah di pisahkan atau di karantina untuk penyembuhan, sebab kalau di gabungkan dengan sapi sehat bisa menular. "Sudah di karantina, untuk penyembuhan," ujarnya.

 

Guna melindungi sapi-sapi sehat agar tidak terjangkit PMK. Pihaknya telah menerima 4000 dosis Vaksin PMK.

 

"Sebanyak 4000 dosis vaksin ini sudah kita sebarkan ke Pangkalpinang 500 dosis, Bangka 700 dosis, Bangka Tengah 1500 dosis, Bangka Selatan dan Bangka barat masing-masing 300 dosis. Kemudian Belitung 500 dosis dan Belitung Timur 200 dosis," ungkapnya.

Menurutnya potensi penyebaran PMK di Babel sangat tinggi. Mengingat 90 persen kebutuhan daging sapi di Babel masih bergantung dari luar.

"Populasi sapi kita hanya 10 persen, selebihnya kita bergantung dari luar daerah, sehingga adanya PMK ini harus tetap diwaspadai," imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel. Edi Romdhoni mengatakan PMK ini, bukan hal baru karena Babel pernah berhasil mengatasinya.

"109 kasus PMK saat ini, semua sudah ditangani dengan baik, karena kita sudah ada pengalaman sebelumnya," kata Edi.

Edi pun mengimbau kepada para peternak untuk melapor jika ada sapi memiliki gejala PMK. "Lapor kalau ada gejala itu dan langsung di karantina agar tidak menjangkit sapi yang sehat," ucapnya.

 

Repost dari Media Indonesia : https://mediaindonesia.com/nusantara/737005/109-ekor-sapi-di-babel-terinfeksi-pmk-vaksinasi-digencarkan