Antisipasi Antraks Muncul Lagi di Boyolali, Lalu Lintas Sapi Masuk Diperketat, Kini Adakan Vaksinasi
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali terus memperketat lalu lintas hewan ternak.
Selain sebagai antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) juga untuk antisipasi kemunculan antraks.
Kepala Disnakan Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciati memastikan tak ada hewan ternak di Boyolali yang terjangkit antraks.
Dia menyebut kasus antraks di Boyolali terakhir terjadi pada tahun 2012.
Sejak saat itu, pihaknya lebih memperketat pengawas dan melakukan upaya pengendalian.
Termasuk menjaga kebersihan lingkungan ternak atau biosecurity sebagai dasar seluruh program pengendalian penyakit.
“Untuk pengendalian, Disnakan melakukan vaksinasi sebanyak 2.000 dosis/tahun untuk ternak sapi di daerah-daerah endemik,” tambahnya.
Adapun daerah endemic antraks di Boyolali tahun 2012 mencakup empat kecamatan.
Yaitu, Kecamatan Klego, Simo, Andong, dan Ampel.
Namun, keempat kecamatan itu hingga saat ini ternak sapi dan kambing masih aman dari penyakit tersebut.
Selain itu, pihaknya sudah membuat surat edaran yang ditujukan kepada para blantik dan peternak sapi.
Mereka diminta agar tidak membeli ternak dari daerah yang terkena antrak.
"Peternak atau blantik yang mendatangkan sapi dari luar diminta lebih waspada. Ternak harus benar- benar sehat,” pungkasnya.
Repost dari Tribun Solo : https://www.google.com/amp/s/solo.tribunnews.com/amp/2025/02/20/antisipasi-antraks-muncul-lagi-di-boyolali-lalu-lintas-sapi-masuk-diperketat-kini-adakan-vaksinasi