Antisispasi PMK, UPT Pelatihan Kementan Gelar Vaksinasi Kambing dan Domba

Kasus penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak kembali mengalami peningkatan kembali dalam beberapa waktu terakhir. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara sebagai garda terdepan dalam penanganan kesehatan hewan, mengambil langkah cepat dengan menggencarkan vaksinasi PMK pada 71 ekor kambing dan domba (Rabu,19/02/2025).

Hal ini sebagai upaya antisipasi penyebaran penyakit baik dari luar maupun dari dalam.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam mengendalikan PMK dengan berbagai langkah strategis, termasuk vaksinasi massal, pengawasan ketat lalu lintas ternak, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan peternak. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memastikan kesehatan hewan ternak guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam mengendalikan PMK melalui langkah strategis, seperti vaksinasi massal, pengawasan ketat lalu lintas terna. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menjaga kesehatan hewan ternak demi ketahanan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya menerapkan biosekuriti yang ketat di peternakan, sehingga penyebaran penyakit dapat dikendalikan dan terawasi.

Kepala BBPKH Cinagara, I Gusti Made Ngurah Kuswandana, menyatakan bahwa vaksinasi merupakan strategi utama dalam pengendalian dan penanggulangan PMK, khususnya di lingkungan internal Balai.

“Tingginya intensitas kunjungan ke Balai sebagai pusat pelatihan meningkatkan risiko penyebaran virus, baik dari luar ke dalam maupun sebaliknya. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit PMK ini,” ujar Made.

drh. Dwida Agustina Suherman widyaiswara BBPKH Cinagara mengungkapkan, Gerakan vaksinasi merupakan langkah awal untuk mengantisipasi penyebaran penyakit PMK di lingkungan internal balai. Program vaksinasi ini menjadi langkah biosekuriti yang sangat penting, terutama pada hewan berkuku belah seperti kambing, domba, dan sapi.

“Dengan vaksinasi ini diharapkan nantinya mampu membangun serta meningkatkan kekebalan ternak terhadap virus PMK sehingga mampu memutus rantai penyebaran penyakit secara luas”, ujar Dwida.

Lebih lanjut, drh. Dwida menyebutkan vaksinasi ini merupakan vaksin pertama dan akan di lakukan vaksinasi booster setelah 2 bulan dari vaksinasi pertama, vaksinasi terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akan kembali dilakukan dalam jangka waktu enam bulan ke depan sebagai bagian dari program pengendalian dan pencegahan penyakit.

“Program vaksinasi PMK ini harus dilakukan secara berakala karena berkaitan dengan cepatnya penyebaran inveksi virus ini yang dapat ditularkan lewat droplet, cairan hidung, dan serpihan kulit hewan terinfeksi, yang dapat dibawa oleh vector hidup seperti manuasia maupun hewan lain yang masuk kedalam lingkungan kandang ternak tanpa adanya desinfeksi”, tutur Dwida.

“Langkah ini untuk memastikan perlindungan yang optimal terhadap ternak-ternak yang ada di lingkungan internal Balai, serta menjaga produktivitas peternakan agar tetap stabil,” pungkasnya.

Repost dari Margo Post : https://www.margopost.com/antisispasi-pmk-upt-pelatihan-kementan-gelar-vaksinasi-kambing-dan-domba/#google_vignette