Jatim Butuh 7,2 Juta Dosis Vaksin Atasi Kasus PMK

Surabaya - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur meningkat tajam di awal Januari 2025 ini. Jatim memerlukan dosis vaksin sebanyak 7,2 juta untuk mengatasi kasus PMK.


Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, saat ini baru tersedia 12.500 dosis vaksin PMK yang sudah didistribusikan ke daerah-daerah rawan.

Pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk melakukan pembelian ratusan ribu dosis vaksin PMK. Saat ini, pembelian vaksin PMK tengah berlangsung.

"Ketersediaan vaksin saat ini yaitu dari bantuan Kementan 12.500 dosis, belanja Pemprov Jatim 320.000 dosis yang saat ini dalam proses pembelian," kata Adhy, Kamis (9/1/2025).


Adhy menyatakan, Pemprov Jatim rencananya juga akan menerima bantuan sekitar 1,4 juta dosis vaksin PMK dari Kementan RI.

 

"Sementara rencana bantuan tambahan Kementan 1,4 juta dosis. Sehingga, total kekurangan vaksin 5,4 juta dosis," ungkapnya.

 

Data dari Disnak Jatim di Januari 2025 ini, setiap hari ada tambahan lebih dari 250 kasus PMK di Jawa Timur. Jumlah ini meningkat dibanding rataan kasus di tahun 2024 (10 kasus/hari).


Total kebutuhan vaksin PMK di Jatim tahun 2025 sebanyak 7,2 juta dosis atau setara 70-80% dari total hewan ternak yang rentan terpapar PMK.


Repost dari Detik Jatim : https://www.google.com/amp/s/www.detik.com/jatim/berita/d-7725764/jatim-butuh-7-2-juta-dosis-vaksin-atasi-kasus-pmk/amp