Kasus Menurun Drastis, Status Darurat PMK Di Jombang Dicabut
Kabupaten Jombang resmi mencabut status darurat penyakit mulut dan kuku (PMK), setelah angka kasusnya mengalami penurunan yang signifikan. Keputusan ini diambil berdasarkan perkembangan terbaru yang menunjukkan berkurangnya penyebaran PMK di wilayah tersebut.
Plt Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jombang, M. Saleh, mengungkapkan bahwa status darurat yang sebelumnya ditetapkan melalui SK Darurat PMK Nomor: 100.3.3.2/64/415.10.1.3/2025, tertanggal (3/2/2025), dihentikan pada (16/2/2025).
"Per tanggal 16 Februari kemarin, status darurat PMK di Jombang kami hentikan," kata Saleh, Rabu (19/2/2025).
Menurutnya, update terakhir menunjukkan bahwa total kasus sapi yang terdampak PMK mencapai 1.493 ekor, dengan rincian 104 ekor sapi mati, 142 ekor dipotong paksa, 1.078 ekor dinyatakan sembuh, dan 169 ekor lainnya masih dalam kondisi sakit.
Walaupun status darurat PMK telah dicabut, Saleh menegaskan bahwa hal ini tidak berarti Jombang bebas dari penyakit tersebut. Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, vaksinasi terus dipercepat.
Per 17 Februari 2025, sebanyak 15.740 ekor sapi dari total populasi 70 ribu ekor telah divaksin. Rinciannya, 621 ekor divaksin menggunakan bantuan pemerintah pusat, 7.050 ekor melalui hibah APBN tahap 1, sementara vaksinasi dari APBD Pemprov Jatim mencakup 4.016 ekor dari target 11.250 ekor. Vaksinasi tahap 2 dari APBN dengan target 10.500 ekor masih belum terealisasi, dan vaksinasi dari BTT telah selesai untuk 3.974 ekor.
Saleh menambahkan bahwa vaksinasi akan terus berlanjut hingga kasus PMK benar-benar mereda. Selain itu, Pemkab Jombang juga telah membuka kembali operasional pasar hewan yang sempat ditutup selama 20 hari. Kini, 10 pasar hewan di Kabupaten Jombang sudah beroperasi kembali, “Pasar hewan sudah dibuka kembali, kami tidak memperpanjang penutupan," ujar Saleh.
Meskipun ada penambahan kasus baru harian, ia menjelaskan bahwa jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
Dengan dibukanya pasar hewan, Saleh memastikan bahwa upaya pencegahan dan penanganan PMK terus dilakukan.
"Kami akan tetap melanjutkan vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit ini," tegasnya.
Repost dari RRI : https://rri.co.id/daerah/1335022/kasus-menurun-drastis-status-darurat-pmk-di-jombang-dicabut