Masdar Rabies dan Balai Veteriner Adakan Sosialisasi Bahaya Rabies di Medan Helvetia

 

Masyarakat Sadar Rabies  (Masdar Rabies) bekerjasama dengan Balai Veteriner Medan Kementerian Pertanian mengadakan sosialisasi bahaya rabies bagi masyarakat (mencegah dan memahami), berlangsung di aula kantor camat Medan Helvetia, Kamis (18/9/2025).

Sosialisasi dilakukan melihat pentingnya masyarakat mengetahui dan memahami tentang bahaya rabies diakibatkan hewan pembawa rabies seperti anjing, kucing atau kera yang setiap saat dekat dan bersentuhan dengan manusia, sebagai binatang peliharaan.

Ketua Masdar Rabies Roni P Harahap, SE didampingi Sekretaris Nuraida Lubis SPd dan Bendahara Achmadi KH, SH mengatakan, sosialisasi kali ini sebagai tahap awal dari kegiatan-kegiatan berikutnya yang akan terus mereka lakukan, ditujukan kepada masyarakat, siswa sekolah menengah dan pihak lainnya dengan menggandeng berbagai elemen seperti perguruan tinggi serta komunitas pecinta hewan.

"Kami sangat berterimakasih karena Balai Veteriner Medan melalui Kepala Balai Bapak drh Arif Hukmi sangat mendukung program yang kami lakukan, bahkan mendorong agar kegiatan seperti ini terus berlanjut termasuk dengan melakukan kegiatan penanganan seperti vaksinasi," kata Roni.

Hadir langsung pada kegiatan tersebut Kepala Balai Veteriner Medan Arif Hukmi, beserta Camat Medan Helvetia Junardi Lumban Gaol SSos MIP, Kepala Puskesmas Helvetia dr Heva Julietta Sinaga, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan serta DR Herry Gunawan, dari Rumah Sakit Hermina Medan.

Pada kesempatan tersebut, Arif Hukmi menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai bahaya rabies memang tidak boleh berhenti dilakukan melihat ancaman penyakit ini terus terjadi dari banyaknya kasus penularan virus melalui gigitan hewan.

Bahkan pihaknya juga mendorong dan akan mendukung Masdar Rabies mengadakan sosialisasi kepada masyarakat yang lebih luas termasuk dengan mendatangi sekolah secara terjadwal, agar sosialisasi tepat sasaran.

Selain sosialisasi ke sekolah-sekolah, pihaknya juga akan bekerjasama nantinya untuk menyampaikan informasi bahaya rabies kepada masyarakat.

"Kami sangat terbantu atas kerjasama ini, yang memberikan informasi bahaya rabies kepada masyarakat karena membuat masyarakat mengerti dan memahami bahaya penyakit itu," ucapnya.

Dikatakan, hewan pembawa rabies berpotensi menularkan virus rabies yang berasal dari gigitan maupun cakaran jika menimbulkan luka, sehingga harus segera diobati dan ditangani dengan benar.

Jika digigit atau terkena cakaran jangan dianggap sepele, tetapi langsung diobati dan ditangani dengan benar sehingga virusnya tidak masuk ke dalam aliran darah.

Dijelaskan, penanganan yang akan dilakukan terhadap orang yang digigit hewan pembawa rabies adalah diberikan suntikan Virus Anti Rabies (VAR) oleh petugas medis di Puskesmas yang ditunjuk dan rumah sakit.

"Jika terkena gigitan atau cakaran segera bawa ke rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat sehingga bisa diberikan suntikan VAR mencegah virus masuk dalam darah," paparnya.

Sementara Camat Medan Helvetia, Junardi Lumban Gaol sangat berterima kasih sosialisasi ini dilakukan kepada maayarakatnya.

"Kami sangat terbantu dengan kehadiran Masdar Rabies dan Balai Veteriner yang memberikan penyuluhan bahaya rabies kepada masyarakat, karena membuat masyarakat mengerti dan memahami bahaya penyakit itu," ucapnya.

Pada acara tersebut masyarakat yang hadir dari berbagai kelurahan di Kecamatan Medan Helvetia, serta perwakilan dari Kota Binjai, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang.

Repost dari Time News : https://www.timenews.co.id/daerah/99515948809/masdar-rabies-dan-balai-veteriner-adakan-sosialisasi-bahaya-rabies-di-medan-helvetia?page=2