Pengembangan Sapi Pasundan Jadi Fokus DPRD Kuningan
Peternakan sapi pasundan, yang merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Kuningan, kembali menjadi perhatian setelah Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan melakukan kunjungan ke Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cibingbin.
Sapi pasundan dikenal sebagai bagian dari kekayaan sumber genetik hewan di Jawa Barat yang telah ditetapkan menjadi rumpun oleh Pemerintah Pusat. Sapi ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya kemampuan bertahan dalam kondisi lingkungan yang buruk, ketahanan terhadap penyakit parasit, serta kualitas daging yang baik dan karkas yang tinggi, menjadikannya komoditas utama bagi masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Bantarpanjang, Warso, menyampaikan harapannya agar kedatangan rombongan dewan dapat membawa solusi konkret untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi peternak, terutama terkait dengan infrastruktur.
“Kalau musim hujan, jalan becek dan ternak enggan pergi jauh. Akibatnya, banyak sapi kelelahan dan kurang sehat karena akses yang buruk,” ucap Warso.
Ia juga menyoroti kurangnya penerangan jalan serta kebutuhan akan pos jaga untuk meningkatkan keamanan di area peternakan.
Selain masalah infrastruktur, kesehatan ternak juga menjadi perhatian. Warso menceritakan bahwa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sempat menyerang lebih dari 100 ekor sapi di desa tersebut, dan ia menekankan pentingnya vaksinasi dan pemberian vitamin secara berkala untuk menjaga kesehatan sapi pasundan.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan, menegaskan bahwa sapi pasundan merupakan ternak lokal unggulan yang telah diakui oleh Kementerian Pertanian sejak 2014.
“Kuningan sering disebut oleh Gubernur Jawa Barat terkait keberadaan sapi pasundan dan ikan dewa. Ini sejalan dengan visi Bupati Kuningan untuk menjaga kelestarian peternakan,” kata Wawan.
Ia juga menambahkan bahwa pemurnian sapi pasundan harus terus dijaga melalui program inseminasi buatan agar kualitas genetiknya tetap terjaga. "Sapi pasundan ini istimewa. Dagingnya lebih enak karena daya jelajah mereka yang luas dan bebas," ujarnya.
Ketua Komisi II DPRD Kuningan, Jajang Jana, mengungkapkan bahwa sapi pasundan kini menjadi perhatian publik setelah viral dalam podcast Gubernur Jawa Barat bersama Bupati Kuningan.
“Ada potensi besar yang bisa dimaksimalkan agar sapi pasundan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan membantu pengentasan kemiskinan ekstrem,” ucap Jajang.
Ia berharap agar pengembangan sapi pasundan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Dukuhbadag, Suyoto Adi Ardiwinata, salah satu desa yang juga memiliki populasi sapi pasundan, menambahkan pengembangan sapi pasundan sebagai ikon desa telah dicetuskan.
"Kami butuh perbaikan kandang agar lebih representatif. Selain itu, pengolahan daging sapi pasundan yang berkualitas tinggi juga bisa dikelola lebih baik untuk meningkatkan nilai ekonominya," ujar Kades Dukuhbadag.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Warso berharap pengembangan sapi pasundan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.
"Kami berharap agar pengembangan sapi pasundan ini didorong secara serius oleh semua pihak agar dapat memberikan hasil yang maksimal," katanya.
Repost dari RRI : https://www.rri.co.id/daerah/1349034/pengembangan-sapi-pasundan-jadi-fokus-dprd-kuningan