Penyakit Mulut Serang Ternak di Empat Kabupaten di Bengkulu
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyerang ternak milik warga di empat kabupaten di Provinsi Bengkulu sejak Januari 2025.
PMK telah menyerang ternak milik warga di empat kabupaten di Provinsi Bengkulu, yakni Bengkulu Selatan, Mukomuko, Rejang Lebong, dan Kabupaten Seluma, sejak Januari 2025.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, M Syarkawi, mengatakan ternak sapi yang telah terinfeksi PMK tersebar di empat kabupaten.
"Hingga saat ini jumlah ternak sapi yang telah terinfeksi PMK di empat kabupaten sebanyak 333 kasus," kata Syarkawi di Bengkulu, Rabu, 26 Februari 2025.
Penyebaran PMK tersebar di Kabupaten Bengkulu Selatan, sebanyak 21 kasus, Mukomuko, 12 kasus, Rejang Lebong, 101 kasus dan Seluma, mencapai 199 kasus sapi terinfeksi PMK.
Kasus PMK di Provinsi Bengkulu, setiap harinya masih meningkat terutama di cuaca seperti yang sedang terjadi saat ini.
Dari data yang ada pada Selasa, 25 Februari 2025 sudah ada 333 ekor sapi dinyatakan positif PMK di tiga kecamatan di Kabupaten Seluma, masih menjadi yang paling banyak.
"Sapi yang telah dinyatakan sembuh mencapai 192 ekor sapi dan mati akibat PMK ada empat ekor di Kabupaten Mukomuko, dua sapi di Kota Bengkulu," jelasnya.
Tingginya kasus PMK di Kabupaten Seluma, kata dia, disebabkan karena wilayah tersebut pertama kali ditemukan PMK serta terdapat sapi yang belum mendapatkan vaksinasi sejak 2023.
Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, telah menerima alokasi sebanyak 10.950 dosis vaksin yang terdiri dari 9.650 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat pada Februari 2025 dan 1.000 dosis vaksin pada Januari 2025.
Dari 10.950 dosis tersebut, sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK yang diterima pada Januari disalurkan ke Kabupaten Seluma yang cukup tinggi kasus PMK-nya.
Selanjutnya, pada Februari 2025 Pemprov Bengkulu kembali menerima vaksin sebanyak 9.650 dosis yang disalurkan di sejumlah wilayah di Bengkulu.
Repost dari Metrotvnews : https://www.metrotvnews.com/read/KvJCLp2q-penyakit-mulut-serang-ternak-di-empat-kabupaten-di-bengkulu