Percepat penanganan vaksinasi di Sukoharjo, tinggal 20 ekor sapi terjangkit PMK
Akumulasi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi terhitung Januari hingga pertengahan Februari 2025 ini sebanyak 200 ekor. Sedangkan saat ini masih ada 20 ekor sapi masih terjangkit PMK. Percepatan penanganan masih terus dilakukan dengan vaksinasi.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Arif Rahmanto, Rabu (19/2) mengatakan, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mencatat terhitung 1 Januari 2025 hingga pertengahan Februari 2025 ini terakumulasi ada sebanyak 200 ekor sapi di 12 kecamatan terjangkit PMK.
Kasus PMK tersebut dilaporkan peternak maupun temuan dari petugas saat melakukan pemantauan di wilayah dengan sasaran peternakan dan pasar hewan.
"Akumulasi lebih dari 190-an lebih nyaris 200 ekor ternak sapi. Saya lupa detail datanya tapi sekitar angka itu. Dari jumlah tersebut sekarang masih ada 20 ekor ternak sapi terjangkit PMK. Laporan terakhir masih per hari ini Rabu (19/2) ada tambahan tiga ekor ternak sapi terjangkit PMK," ujarnya.
Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memastikan sebanyak 20 ekor ternak sapi yang terjangkit PMK sudah mendapat penanganan berupa vaksinasi. Percepatan penanganan terhadap kasus PMK dilakukan untuk melindungi peternak dari kerugian dampak ternak sapi mati. Selain itu juga dilakukan petugas agar tidak menambah kasus ternak sapi mati akibat terjangkit PMK.
"Dari petugas sudah melakukan percepatan penanganan. Peternak juga kami minta gerak cepat segera melapor ke petugas. Sebab jumlah petugas sangat terbatas dengan pengawasan puluhan ribu ekor ternak sapi disemua wilayah di Kabupaten Sukoharjo," lanjutnya.
Sebanyak 20 ekor ternak sapi yang saat ini terjangkit PMK masih terus diawasi Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo. Harapannya ternak sapi tersebut setelah mendapat penanganan berupa vaksinasi bisa segera sembuh dan tidak sampai mati.
Peternak diminta aktif membantu petugas menyampaikan perkembangan kondisi ternak sapi miliknya yang terjangkit PMK. Disisi lain, petani juga diminta melakukan upaya menjaga kesehatan hewan ternak dengan membersihkan kandang.
"Selain menjaga kesehatan hewan ternak, terpenting juga peternak wajib menjaga kebersihan kandang ternak. Jangan sampai kotor dan lembab sehingga rawan terjadi penyebaran penyakit dan virus menyerang hewan ternak," lanjutnya.
Peternak diminta mewaspadai cuaca ekstrem curah hujan tinggi dan suhu udara dingin berpengaruh pada kondisi kesehatan hewan ternak. Sebab dapat berdampak pada penularan cepat terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK). Peternak diminta segera melapor ke petugas apabila menemukan hewan ternak khususnya sapi dalam kondisi sakit diduga terserang PMK agar dapat segera ditangani melalui vaksinasi.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, mengatakan, cuaca ekstrem dimana curah hujan tinggi dan suhu udara dingin menjadi salah satu pengaruh penyebab penularan PMK. Kondisi tersebut diminta diwaspadai peternak khususnya pada hewan ternak sapi.
Hewan ternak sapi yang kurang memiliki daya tahan tubuh sehat akan mudah terserang penyakit salah satunya PMK. Faktor lainnya yang membuat PMK mudah menyerang hewan ternak sapi yakni kurangnya kesadaran peternak menjaga kebersihan kandang dan hewan ternak itu sendiri.
"Peternak tetap diminta waspada pada penularan PMK pengaruh cuaca ekstrem curah hujan tinggi dan suhu udara dingin. Tetap jaga kesehatan hewan ternak dan kebersihan kandang," ujarnya.
Peternak juga diminta wajib menjaga asupan gizi hewan ternak melalui pakan sehat seperti rumput hijau segar. Selain itu juga diberikan vitamin sebagai jaminan sapi dapat tumbuh kembang dan sehat.
"Apabila peternak menemukan hewan ternaknya khususnya sapi dalam keadaan sakit maka segera lapor ke petugas dan akan dilakukan penanganan vaksinasi untuk proses penyembuhan agar tidak tertular PMK," lanjutnya.
Bagas menegaskan, kewajiban peternak melapor temuan hewan ternak sapi sakit karena untuk mempercepat proses penanganan. Apabila terlambat maka dikhawatirkan akan terjadi masalah lebih besar dan kondisi hewan ternak sakit bertambah parah.
"Yang terjadi selama ini ada hewan ternak terkena PMK sampai mati karena sejak awal peternak tidak segera melapor dan penanganan terlambat. Vaksinasi sangat penting. Tapi lebih penting peternak menjaga kesehatan hewan ternak dan apabila sakit segera melapor ke petugas," lanjutnya.
Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo masih terus melakukan pemantauan dan penanganan kasus PMK. Petugas diterjunkan memantau dan melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan ternak di kandang peternakan dan pasar hewan.
"Petugas sudah terjun setiap hari. Termasuk kami memastikan memiliki stok vaksin cukup untuk vaksinasi PMK," lanjutnya.
Peternak juga diminta tidak panik terhadap kondisi kasus PMK sekarang. Sebab PMK sudah tertangani meski belum tuntas 100 persen.
"PMK sudah ditangani dan kasus terus ditekan. Mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan kasus PMK. Hewan ternak sapi yang terkena PMK sekarang segera disembuhkan," lanjutnya.
Repost dari Harian Merapi :