Peternak Sapi Bojonegoro Masih Enggan Laporkan PMK, Pilih Pengobatan Mandiri

Bojonegoro – Mati mendadak hewan ternak di Bojonegoro belum berhenti. Hingga Jumat (24/1),  warga di Desa Katur, Kecamatan Gayam, melakukan gotong royong menguburkan sapi di desa setempat.

 

Hal itu bersamaan dengan semakin bertambahnya hewan sapi yang suspek penyakit mulut dan kuku (PMK). ‘’Kalau yang mati sejauh ini sudah lebih dari 10, setahu saya ada belasan,” ungkap Kepala Desa (Kades) Katur, Kecamatan Gayam Sukono.

 

Menurutnya, rerata peternak dan pemilik sapi di desanya sudah merasakan dampak hewan ternak mati mendadak.

‘’Tidak hanya sapi, ada kambing juga,” imbuhnya.

 

Namun, Sukono menambahkan, bahwa data sapi dan kambing yang mati tersebut, peternak tidak dilaporkan. ‘’Kalau ada kasus seperti itu, jarang sekali ada warga yang melapor,” pungkasnya. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), terdapat lebih dari 500 sapi yang telah suspek PMK per 21 Januari lalu. Namun, data hewan terjangkit PMK dan pemberian vaksin pada ternak masih difokuskan pada sapi.

 

‘’Dosis vaksin sejauh ini, untuk sapi,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Bojonegoro Lutfi Nurrahman.

 

Menurutnya, penambahan vaksin sejauh ini, masih menunggu dari pemerintah pusat dan provinsi. Sementara itu, Lia Nur Aini, dokter hewan asal Kecamatan Balen mengungkapkan, merebaknya PMK di Bojonegoro ini sebenarnya memiliki tingkat keparahan yang sama dengan sebelumnya.

 

‘’Namun, derajat tingkat keparahan bergantung pada jenis sapi dan dan respons peternak,” terangnya.

 

Lia menambahkan, peternak perlu melapor jika terdapat gejala klinis atau sapinya tidak sehat. Terlebih, masih menemui beberapa petani yang melakukan pengobatan sendiri, yang bisa menambah tingkat keparahan. "Kalau segera ditangani, itu tidak parah dan persentase kesembuhannya lebih banyak,” pungkasnya.

 

Repost dari Radar Bojonegoro :

https://www.google.com/amp/s/radarbojonegoro.jawapos.com/daerah/amp/715572320/peternak-sapi-bojonegoro-masih-enggan-laporkan-pmk-pilih-pengobatan-mandiri