PMK di Pacitan Masih Terjadi, 1.422 Ternak Terinfeksi, Warga Diminta Waspada
Kabar terkini mengenai penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pacitan masih memprihatinkan.
Data terbaru dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan per Minggu (9/2/2025) masih menunjukkan adanya kasus PMK. Sebanyak 1.422 ekor ternak telah terinfeksi, bertambah 2 ekor dari data sebelumnya.
Jumlah ternak yang masih menderita penyakit ini mencapai 970 ekor, sementara 150 ekor lainnya harus meregang nyawa akibat PMK. Kemudian ternak sembuh mencapai 222, dan 80 diantaranya dipotong paksa.
Penyebaran PMK di Pacitan juga meluas, dengan 142 desa dari 171 desa/kelurahan di kabupaten tersebut telah dinyatakan sebagai wilayah yang terinfeksi. Kelurahan Sidoharjo Pacitan menjadi daerah dengan paparan terparah PMK dengan 109 kasus.
Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya untuk menekan penyebaran PMK melalui berbagai cara, seperti vaksinasi, sosialisasi kepada peternak, dan penanganan ternak yang sakit. Namun, tampaknya tantangan dalam mengatasi wabah ini masih besar.
Masyarakat Pacitan, terutama para peternak, diimbau untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan ternak mereka.
Langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan yang berkualitas, dan melaporkan setiap gejala penyakit pada ternak kepada petugas terkait sangat penting untuk mencegah penyebaran PMK yang lebih luas.
Kabar baiknya, dokter hewan, Mahendra, memastikan bahwa daging sapi tetap aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Menurutnya, PMK bukanlah penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi daging sapi meskipun wabah PMK sedang terjadi.
“PMK ini tidak berbahaya bagi manusia, jadi daging sapi tetap aman dikonsumsi. Masyarakat perlu memahami bahwa PMK menular melalui limbah atau kotoran dari ternak yang terinfeksi ke ternak yang lain, bukan ke manusia,” jelasnya, beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi Pacitanku.com.
Dia juga mengingatkan agar proses penyembelihan hewan dilakukan dengan hati-hati, terutama dalam pengelolaan limbah agar tidak menyebar ke peternak warga yang lain.
“Ketika penyembelihan dilakukan, harap memastikan limbahnya tidak mengalir ke peternakan warga lain. Ini untuk mencegah penyebaran virus PMK ke hewan ternak lainnya,”pungkasnya.
Repost dari Pacitanku : https://pacitanku.com/2025/02/11/pmk-di-pacitan-masih-terjadi-1-422-ternak-terinfeksi-warga-diminta-waspada/