PMK mulai merebak di Jerman dan Belanda
Industri susu di Jerman dan negara tetangganya, seperti Belanda, sedang menghadapi krisis setelah terdeteksinya Penyakit Mulut dan Kuku (FMD) untuk pertama kalinya dalam 37 tahun. Wabah yang muncul di Brandenburg ini tidak hanya memengaruhi sektor peternakan lokal tetapi juga berdampak besar pada perdagangan internasional.
Detail Wabah : Pada 10 Januari, tiga kerbau air di sebuah peternakan di Brandenburg dilaporkan meninggal akibat FMD, serotipe O.
Sebagai tindak lanjut : Sebelas kerbau air lainnya di peternakan tersebut dimusnahkan.
Jerman kehilangan status sebagai negara bebas FMD tanpa vaksinasi.
Langkah Darurat yang Diambil saat
- Zona Pembatasan: Zona terbatas diberlakukan di Brandenburg dan diperluas hingga ke Berlin.
- Larangan Transportasi: Transportasi sapi, babi, kambing, domba, dan unta dilarang setidaknya selama 72 jam.
- Pemusnahan Hewan: Semua hewan rentan dalam radius 1 km dari peternakan yang terinfeksi dimusnahkan, termasuk 170 babi di distrik Barnim. Selain itu, 55 kambing, domba, dan sapi di lokasi kedua di Oder-Spree juga dimusnahkan sebagai tindakan pencegahan.
Dampak Internasional FMD
- Korea Selatan: Langsung melarang impor daging babi dari Jerman dan mengarantina 360 ton daging yang diimpor sejak 27 Desember.
- Belanda: 125 peternakan dihentikan operasinya, sementara pengangkutan anak sapi ditangguhkan hingga 19 Januari.
Asal Mula Wabah : Peternakan yang terinfeksi diketahui menggunakan jerami dari hasil produksi sendiri tanpa membeli pakan dari luar. Serotipe O virus ini sebelumnya ditemukan di Timur Tengah dan Asia, dan vaksin untuk virus ini bisa diproduksi dalam waktu singkat.
Dampak Lainnya : Acara Green Week di Berlin: Hewan berkuku genap seperti sapi, kambing, dan domba dilarang tampil. Perdagangan: Pengiriman hewan di luar zona pembatasan masih dimungkinkan sesuai prinsip regionalisasi.
Solusi Jangka Panjang : Dalam menghadapi wabah seperti ini, pencegahan dan penanganan penyakit ternak sangat penting. Menggunakan vaksin yang tersedia, menerapkan biosekuriti yang ketat, dan segera melaporkan gejala yang mencurigakan adalah langkah yang harus dilakukan oleh peternak untuk melindungi ternaknya.
Repost dari Sapi Bagus : https://sapibagus.com/84869-2/