Sulsel Dapat Alokasi 23 Ribu Vaksin PMK

Makassar: Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan, Nurlina Saking menyebutkan, kasus PMK (Penyakit mulut dan kuku) pada ternak sapi dan kambing di Sulsel terbilang kecil dibandingkan populasi ternak di provinsi ini. Dia menjelaskan jumlah kasus PMK di Sulsel sebanyak 1.533 kasus, masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan angka populasi sapi yang mencapai 800 ribu ekor. Begitu pun dengan kambing yang mencapai 900 ribu ekor.

"Sebenarnya ini bukanlah wabah yang dalam artian bukanlah kasus yang sangat besar. Mudah-mudahan bisa diblok di tujuh kabupaten kota ini dengan adanya vaksinasi," jelas Nurlina.

Vaksinasi tahap pertama ini difokuskan pada tujuh daerah yang melaporkan kasus PMK terbanyak, yaitu Kabupaten Gowa, Takalar, Sinjai, Toraja Utara, Bone, dan Kota Palopo serta Makassar. Pempov Sulsel menargetkan penyelesaian vaksinasi PMK sebanyak 20 ribu dosis sebelum  Ramadan. Langkah ini diambil untuk mengendalikan penyebaran PMK yang mulai meningkat di beberapa kabupaten/kota di Sulsel.

"Kita harap vaksinasi 20.000 dosis ini bisa selesai sebelum bulan Ramadan karena biasanya peternak juga sedang ibadah. Jadi kita berusaha vaksinasi di bulan Ramadan selesai itu tahap satu," kata Nurlina.

Dosis vaksin yang disediakan berasal dari Kementerian Pertanian sebanyak 201.000 untuk satu tahun. Namun vaksin itu diberikan secara bertahap. "Sudah ada 20.100 dosis yang diterima dari Kementerian Pertanian dan 2.500 dosis tambahan dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan demikian, total vaksin yang akan didistribusikan mencapai 23 ribu dosis," lanjut Nurlina.

Vaksinasi ini menjadi langkah penting  Dengan adanya vaksinasi, Pemprov Sulsel berharap dapat mengurangi penyebaran PMK tersebut. Hanya saja Nurlina mengatakan, alokasi vaksin dari pemerintah hanya mencakup 25 persen dari populasi ternak di Sulsel, yang mencapai sekitar 900 ribu ekor. Karena itu, pemerintah mengharapkan kemandirian peternak untuk vaksinasi secara mandiri.

"200 ribu vaksin itu hanya men-cover 25?ri populasi target sehingga dibutuhkan kemandirian dari peternak atau pelaku pelaku usaha peternakan untuk melakukan vaksinasi karena tentu supporting dari negara cukup terbatas," tukas Nurlina. 

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Sulsel, Sariyanti Haruni, menyebut sudah ada tiga ekor sapi milik warga mati terkonfirmasi terinfeksi PMK di Takalar. "Dari semua ternak yang terinfeksi di tujuh kabupaten, populasi terinfeksi terbanyak di Kabupaten Gowa," tutup Sariyanti.

Repost dari Metrotv : https://www.metrotvnews.com/read/NxGCG6pe-sulsel-dapat-alokasi-23-ribu-vaksin-pmk