Upaya Perlindungan Hewan Ternak,Pemprov Bangka Belitung Mulai Vaksinasi PMK
Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai melaksanakan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kelompok Serba Ada II Kelurahan Air Mawar, Kota Pangkalpinang, Rabu (22/1). Dalam pemberian vaksin kali ini, dipimpin langsung Pj Gubernur Bangka Belitung Sugito, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung.
Sugito mengatakan, pemberian vaksin ini merupakan upaya perlindungan bagi hewan ternak yang ada di Provinsi Bangka Belitung. "Kita ketahui bersama bahwa PMK, merupakan virus yang mengancam populasi ternak sapi khususnya termasuk hewan berkuku. Kita harap melalui vaksin ini, dapat mencegah agar tidak ada penyebaran penyakit atau hewan terjangkit lainnya," ujar Sugito.
Diketahui, untuk populasi hewan ternak khususnya sapi di Provinsi Bangka Belitung yang berkisar 10 persen, membuat Pemerintah Provinsi Bangka Belitung serius dalam mengatasi kasus PMK. "Populasinya belum maksimal baru sekitar 10 persen, selebihnya datang dari luar pulau. Harapannya agar hewan ternak yang ada tetap terjaga, karena kita lihat potensi Bangka Belitung sangat bagus untuk pengembangan hewan ternak," jelasnya.
"Jangan sampai ada traumatik di masyarakat, jangan sampai adanya PMK ini dianggap pemerintah tidak peduli. Kita hadir di sini sebagai bentuk komitmen pemerintah, untuk memberikan suatu dorongan untuk mengatasi kasus PMK ini," tambahnya.
Ia mengakui, dari data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung setidaknya sudah ada sapi yang terjangkit PMK. Untuk di Kota Pangkalpinang terdapat 96 sapi, sedangkan di Kabupaten Bangka terdapat 13 sapi yang kini sudah diisolasi akibat PMK.
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga sudah mendistribusikan 4.000 vaksin ke kabupaten/kota, di antaranya, Pangkalpinang 500 vaksin, Belitung 500 vaksin, Belitung Timur 200 vaksin, Bangka 700 vaksin, Bangka Selatan dan Bangka Barat 300 vaksin dan Bangka Tengah 1.500 vaksin.
"Pemberian vaksin ini di seluruh kabupaten/kota kita distribusi vaksin ini secara serentak, agar mereka melakukan vaksin di wilayah mereka masing-masing. Komposisinya ini tentunya disesuaikan dengan populasi yang di daerah tersebut," ungkapnya.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Belitung memastikan, akan begerak cepat dalam menangani penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Diketahui pada kasus PMK 2023, terdapat 4.600 sapi dan 280 kambing yang terjangkit virus PMK.
Namun kala itu DPKP Bangka Belitung, mampu menyelesaikan kasus dengan tingkat kesembuhan 92,86 persen untuk sapi dan 97,50 persen untuk kambing. Hal ini diungkapkan Kepala DPKP Bangka Belitung, Edi Romdoni.
"Pada 2023 di Juni, merupakan akhir dari kasus PMK di Bangka Belitung. Saat itu kita bisa menyelesaikan dan merupakan prestasi, para medis dari kabupaten/kota yang bersama-sama berjuang. Saya pikir ini baik dan diapresiasi oleh Kementerian Pertanian, tim kita yang solid bisa menuntaskan PMK tahun lalu," ujar Edi Romdoni.
Lebih lanjut untuk di 2025 dari data DPKP Provinsi Bangka Belitung, terdapat 96 sapi yang terjangkit PMK di Kota Pangkalpinang dan 13 sapi di Kabupaten Bangka. "Kita sudah melakukan vaksinasi kepada hewan yang sehat dan saya pikir sudah tuntas, dan secara nasional saya pikir sudah reda kasus PMK ini. Tapi tiba-tiba Januari muncul kembali artinya pengalaman kasus kemarin kawan-kawan tidak bingung lagi dengan penanganan, seperti sapi yang sakit langsung kita pisahkan dan sedang dalam posisi diisolasi," jelasnya.
Pihaknya juga masih menunggu laporan dari kabupaten/kota, terkait kondisi penyebaran dan pencegahan kasus PMK. "Kami sedang menuggu laporan bagaimana yang kemarin 13 di Sungailiat dan 96 di Pangkalpinang, sedang melakukan pengawasan secara intens dan melakukan vaksin kepada yang sehat," ungkapnya.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Zunaria mengajak masyarakat khususnya yang memiliki hewan ternak mewaspadai penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Menurut Zunaria, hewan ternak khususnya sapi yang terjangkit PMK memiliki ciri-ciri fisik yang mudah diketahui.
Ciri-ciri luar tersebut, seperti adanya luka berisi cairan pada lidah, gusi, hidung ataupun bagian kuku. "Kemudian sapi-sapi itu keluar liur, karena ada luka di bagian mulut tadi. Untuk yang parah, juga terdapat luka di bagian kuku," ujar Zunaria, Rabu (22/1).
Pihaknya terus mengedukasi para pemilik hewan ternak untuk bisa melakukan penanganan ataupun melaporkan pada pihak terkait ketika mendapati adanya tanda hewan peliharaan mereka memiliki gejala PMK.
Dirinya menyebutkan jika Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang telah melakukan beberapa tindakan penanganan pada sapi yang terkonfirmasi positif PMK. "Jadi 96 sapi itu, merupakan sapi-sapi yang berada satu kandang dengan 4 sapi terkonfirmasi PMK. Karena berada di tempat yang sama, walaupun tidak memiliki gejala, mereka kami perlakuan sama dengan yang terkonfirmasi positif," tuturnya.
Sebelumnya, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang mulai melakukan vaksinasi penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak pada Rabu (22/1). Untuk pelaksanaannya, vaksinasi tahap pertama ini terdapat 500 dosis vaksin yang bakal disuntikkan ke hewan ternak khususnya sapi.
Repost dari MSN : https://www.msn.com/id-id/berita/other/upaya-perlindungan-hewan-ternakpemprov-bangka-belitung-mulai-vaksinasi-pmk/ar-AA1xEkf2