Virus PMK Bisa Tersebar Lewat Udara dan Angin, Ini Penjelasan Dokter Hewan
Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sedang menggencarkan upaya antisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Penyakit ini sedang merebak di wilayah tersebut.
Virus PMK disebut cepat menular saat musim hujan dan bahayanya virus ini juga bisa meluas melalui udara dan angin. Dokter hewan ahli madya Provinsi Sumsel, drh Jafrizal membenarkan hal itu.
"Virus ini mudah menular baik secara langsung kontak maupun secara tidak langsung dibawa angin dalam radius 10 km," kata dia, Minggu (19/1/2025).
Menurutnya, penyebab dari penyakit PMK ini adalah virus aphtovirus, yakni aphtaee epizootecae (virus tipe A), keluarga picornaviridae yang menginfeksi mulut dan kuku hewan. Apabila sudah menyebar, tingkat morbiditas atau kesakitan bisa mencapai 95 persen dalam satu populasi.
"Tetapi tingkat kematiannya rendah 2 hingga 3 persen," ujarnya.
Ia menyebut berdasarkan Kepmentan No 708/2024 tentang Status Situasi Penyakit Hewan, status Sumsel Tertular PMK. Dengan status tertular yang disandang Sumsel maka secara epidemiologi Sumsel adalah daerah endemis.
"Virus PMK masih ada di lingkungan maupun di ternak itu sendiri," ujarnya.
Jafrizal membeberkan upaya pencegahan dan antisipasi munculnya penyakit PMK. Di antaranya berasal dari hewan yang sakit atau tertular PMK masuk ke Sumsel. Sapi yang sehat belum divaksin masuk bisa tertular karena belum memiliki daya tahan tubuh. Lalu, berasal dari kondisi sapinya itu sendiri yang daya tahannya lemah karena tidak divaksin atau sudah lama divaksin dalam kondisi lemah virus PMK menyerang dan berkembang.
"Cara menghindari penyakit ini yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, menjaga kebersihan dan melaksanakan biosekuriti yang ketat di peternakannya. Setiap mobil, orang, hewan yang hendak masuk ke kandang harus disemprot dengan desinfektan," tuturnya.
Ia menerangkan saat ini vaksinasi sangat dianjurkan oleh pemerintah stoknya terbatas. Karena itu, ia mengimbau peternak menengah dan besar untuk melaksanakan vaksinasi mandiri. Pelaksanaan vaksinasi nanti dibantu oleh petugas teknis.
"Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat untuk menghilangkan gejala terutama demam, menaikkan nafsu makan dan mengatasi radang. Penyakit ini mudah sembuh apabila diobati lebih awal," pungkasnya.
Repost dari Detiksumbagsel : https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-7739179/virus-pmk-bisa-tersebar-lewat-udara-dan-angin-ini-penjelasan-dokter-hewan