2.399 Hewan Ternak PMK Sudah Divaksin di Sulsel, 604 Sembuh

Sebanyak 2.399 hewan ternak di Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dilakukan vaksinasi untuk mencegah virus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel. Dari itu, ada 2.847 total kasus yang terpapar virus PMK dan 604 sudah sembuh. 

 

Itu data terbaru dari Disnakeswan Sulsel per 29 Januari 2025. Vaksin terbanyak ada di Bone dengan 750 vaksin, sementara kasus PMK nya 8. Lalu Takalar dengan 541 vaksin dan kasus PMK sebanyak 1.026 dan 600 telah sembuh. 

 

Kemudian ada Kabupaten Maros degan 477 vaksin dengan kasus PMK nihil. Soppeng 177 vaksinasi dengan jumlah kasus PMK juga nihil, lalu ada Sinjai dengan 144 vaksin dengan kasus PMK sebanyak 63.

 

Selanjutnya ada Sidrap dengan 84 vaksin dengan nol kasus PMK, lalu ada Bulukumba 52 vaksin dan nol kasus, kemudian Toraja Utara 85 vaksin dengan jumlah kasus PMK 4, dan Bulukumba 2 vaksin dengan kasus PMK nihil.

 

Data terbaru dari Disnakeswan Sulsel per 29 Januari 2025 mencatat ada 2.847 kasus, dan 604 sembuh. Dari data itu, ada 938 kasus baru yang terjangkit virus menular ini, sementara kasus lama 1.909. 

 

Adapun daerah yang punya kasus baru ada di Kabupaten Jeneponto dengan 744 kasus, lalu Takalar 185 kasus, dan Sinjai 9 kasus. 

 

Sementara daerah terbanyak terdampak adalah Kabupaten Takalar dengan 1.026 kasus, Gowa 952 kasus, Jeneponto 744, Sinjai 63, Kota Palopo 37 kasus, dan Toraja Utara 4 kasus. Kasus yang sembuh ada di Takalar dengan jumlah 600 kasus, dengan demikian tersisa 426 kasus PMK dan Makassar 4 sembuh dan tak ada lagi kasus PMK di Makassar. Kepala Disnakeswan Sulsel, Nurlina Saking mengatakan, saat ini pihaknya percepatan vaksin dilakukan pada ternak masyarakat. 

 

“Kita mendapat bantuan vaksin CSR (Corporate Social Responsibility) sebanyak 2.500 dosis sudah dialokasikan ke 7 Kabupaten/kota. Dari Kementerian Pertanian kita mendapat vaksin 201 ribu untuk satu tahun. Kita diberikan bertahap, kita sudah mendapatkan 20.100 (tahap awal) dan sudah dilaksanakan vaksinasi,” katanya. 

 

Nurlina kini sedang memantau ketat proses vaksinasi di kabupaten/kota. Sebab targetnya bisa menjangkau vaksinasi tahap pertama sebelum memasuki bulan Ramadhan.

 

“200 ribu vaksin itu hanya cover 25 persen dari populasi target. Sehingga dibutuhkan kemandirian dari peternak atau pelaku usaha peternakan supaya secara mandiri vaksinasi,” ujarnya. Jumlah kasus saat ini sebut dia tidak begitu besar jika dibandingkan populasi. Sehingga vaksinasi pada ternak yang masih sehat harus massif dilakukan. 

 

“Ini bukan kasus besar, karena dari 1.500an dibandingkan sekitar 900 ribu sapi, kambing dan Babi. Ini cukup kecil,” tukas Nurlina. Kini pihaknya mempercepat proses vaksinasi bagi ternak-ternak yang ada di Sulsel.

 

Repost dari Herald Sulsel :

https://sulsel.herald.id/2025/01/30/2-399-hewan-ternak-pmk-sudah-divaksin-di-sulsel-604-sembuh/