Demam Babi Afrika Merebak di RI, Bondowoso Aman
Bondowoso : Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) dikabarkan menyebar di sejumlah provinsi di Indonesia.
Dikutip dari Buku Saku Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, penyakit demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Asfivirus dan keluarga Asfarviridae.
Penyakit ini tidak bersifat zoonosis dan hanya merupakan penyakit yang menyerang babi.
Dikonfirmasi RRI, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bondowoso, drh Cendy Herdiawan menegaskan bahwa hingga saat ini pemyakit tersebut tidak ditemukan di Bondowoso.
Pasalnya, dari data peternakan tidak ditemukan populasi babi ataupun warga yang memelihara hewan tersebut.
" Seperti tahun-tahun kemarin ya sama, kami tidak melakukan apa-apa karena di Kabupaten Bondowoso tidak ada yang ternak babi, " katanya, Jumat (20/12/2024).
Meskipun diakuinya bahwa dulu memang ada beberapa warga yang beternak babi. Namun seiring berjalannya waktu, tingkat konsumsi babi semakin sedikit. Sehingga untuk mendapatkannya harus membeli dari Jember berupa daging.
" Kalau ASF, Bondowoso relatif aman," tegasnya.
Jika ada warga yang membeli daging babi dari daerah lain, pria yang akrab disapa Cendy tersebut yakin dari daerah asal telah memiliki surat keterangan kesehatan hewan dan surat keterangan bahan pangan asal hewan. Jadi sebelum dikirim harus mengurus dokumen-dokumen tersebut untuk menjamin kesehatan dan kelayakan konsumsi.
" Akan tetapi, di daerah yang memiliki populasi babi, salah satu pencegahannya adalah dengan vaksinasi, " ungkapnya.
Bahkan, Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi pun hanya sedikit menyinggung soal ASF. Justru yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah masih terkait wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan Lumpy Skin Deases (LSD).
Repost dari RRI : https://www.rri.co.id/jember/kesehatan/1205166/demam-babi-afrika-merebak-di-ri-bondowoso-aman