Dua Ekor Sapi Mati Mendadak di Sidoarjo, Diduga Terjangkit PMK

Seorang peternak di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, resah setelah dua ekor sapi miliknya mati mendadak akibat terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain itu, sembilan sapi lainnya kini dalam kondisi kritis dan belum mendapatkan bantuan vaksinasi dari pemerintah.

Saifullah, peternak yang telah menjalankan usaha ternaknya sejak 2008, mengaku ini adalah pertama kalinya sapi-sapi miliknya terserang PMK. Dari total 26 ekor sapi yang ada di kandangnya, dua di antaranya mati pada awal Februari 2025, sementara sembilan lainnya mengalami gejala berat akibat infeksi virus tersebut.

Sapi yang terjangkit PMK menunjukkan tanda-tanda seperti luka terbuka di kuku yang mengeluarkan darah, serta mulut yang berbusa dan mengeluarkan lendir dalam jumlah banyak. Kondisi ini membuat sapi kehilangan nafsu makan dan minum, yang berpotensi menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

“Dua ekor sapi mati tiba-tiba, sementara sembilan lainnya sakit parah. Sebagian dari mereka kukunya membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Nafasnya juga berat karena ada luka di mulut dan hidungnya,” ujarnya.

Menurutnya, wabah PMK di peternakannya bermula setelah ia membeli beberapa sapi dari Pasar Hewan Probolinggo. Hanya dalam waktu tiga hari, 11 ekor sapi di kandangnya menunjukkan gejala PMK. Dua di antaranya mati mendadak, sementara sembilan lainnya masih berjuang untuk bertahan hidup.

Saifullah telah menguburkan sapi yang mati di lahan kosong di belakang kandangnya untuk mencegah penyebaran virus. Sementara itu, sapi yang masih sakit hanya bisa dirawat seadanya karena belum mendapatkan vaksinasi PMK dari pemerintah.

Dinas Peternakan Sidoarjo yang dihubunginya menyampaikan bahwa sapi yang sudah sakit tidak boleh diberikan vaksin PMK. Hal ini semakin membuat para peternak resah karena tanpa pengobatan yang tepat, sapi-sapi mereka bisa mati dalam waktu dekat.

“Kami minta ketegasan pemerintah untuk memberikan vaksin gratis. Selama ini kami melakukan vaksinasi secara mandiri, tetapi biayanya cukup mahal,” kata Sining, salah satu peternak lain di Sidoarjo.

Peternak berharap pemerintah segera memberikan bantuan berupa vaksinasi dan pendampingan dalam penanganan wabah PMK. Selain itu, mereka juga meminta solusi bagi peternak kecil yang kesulitan memisahkan sapi sehat dari sapi yang sakit akibat keterbatasan ruang kandang. 

Repost dari Kabar Baik :  https://kabarbaik.co/dua-ekor-sapi-mati-mendadak-di-sidoarjo-diduga-terjangkit-pmk/