Gerakan Ring Vaksinasi PMK di Garut, Upaya Hentikan Penyebaran Virus ke Hewan Ternak
Garut – Pemerintah Kabupaten Garut melalui program Ring Vaksinasi PMK melaksanakan vaksinasi di Desa Cilampuyang, Kecamatan Malangbong, guna mengendalikan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Program ini bertujuan melindungi sektor peternakan lokal yang berpotensi terdampak signifikan akibat wabah tersebut.
Penjabat Bupati Garut, Barnas Adjidin menyampaikan bahwa PMK merupakan ancaman besar bagi ternak seperti sapi dan domba. Ia menekankan pentingnya langkah preventif agar wabah ini tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. “Upaya ini penting agar distribusi ternak tetap aman, terutama menjelang Iduladha dan hari raya kurban,” ujarnya, Kamis (24/1).
Ia juga mengapresiasi bantuan CSR dari PT Citra Agro Buana Semesta (CABS), yang mendukung program ini melalui penyediaan vaksin untuk hewan ternak di sekitar wilayah operasional mereka. Direktur PT CABS, Yudi Guntara Noor, menyebutkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah dan provinsi telah menjadi bagian dari upaya mereka dalam memerangi PMK serta Lumpy Skin Disease (LSD).
“Kami berharap vaksinasi ini menjadi langkah pencegahan jangka panjang agar pembatasan distribusi ternak dapat dihindari, terutama menjelang momen Iduladha,” kata Yudi.
Ia juga menambahkan bahwa sejak wabah PMK muncul pada tahun 2022, pihaknya bersama pemerintah daerah terus berupaya menjaga penyebaran virus tetap terkendali, termasuk di Kecamatan Malangbong.
Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyatakan komitmennya menangani PMK dengan menyiapkan 4 juta dosis vaksin yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.
Sintong HMT Hutasoit, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, menyebut bahwa Kabupaten Garut akan menghitung kebutuhan vaksinnya berdasarkan data kasus yang ada.
“Vaksinasi akan dilakukan pada Februari atau Maret untuk memastikan wabah tidak meluas, khususnya menjelang Iduladha,” kata Sintong.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, melaporkan bahwa hingga saat ini ada 233 kasus PMK pada ternak, dengan 14 ekor mati dan 9 ekor dipotong paksa. Sebanyak 1.150 dosis vaksin telah disediakan, namun pelaku usaha peternakan diimbau untuk turut menyediakan vaksin tambahan secara mandiri.
Menurut Yudi Guntara Noor, vaksinasi tahun ini juga mencakup ternak sapi untuk mencegah Lumpy Skin Disease (LSD), selain PMK pada domba. Hewan yang sudah divaksin akan mendapatkan sertifikat kesehatan ternak, yang menjadi nilai tambah saat dijual, terutama di momen Idul Adha. “Kami mengapresiasi PT CABS atas dukungannya menyediakan 158 dosis vaksin PMK dan LSD untuk sapi serta 200 dosis vaksin PMK untuk domba,” ungkap Beni.
Vaksinasi ini menyasar ternak sehat seperti sapi, kambing, kerbau, dan domba, yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Perikanan dan Peternakan, dokter hewan, paramedis veteriner, dan unit usaha peternakan. Pemerintah juga mencanangkan gerakan vaksinasi massal PMK yang berlangsung pada Januari-Maret dan Juli-September.
Melalui langkah ini, diharapkan dampak PMK terhadap peternakan di Garut dapat diminimalkan, sehingga sektor peternakan tetap berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Repost dari Radar Garut : https://radargarut.id/2025/01/24/gerakan-ring-vaksinasi-pmk-di-garut-upaya-hentikan-penyebaran-virus-ke-hewan-ternak/#google_vignette