Kasus PMK Nihil di Rembang, Screening di Pasar Hewan Tetap Diperketat

Meskipun kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Rembang telah dinyatakan nihil, Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) tetap memperketat pengawasan. Screening ketat di pasar hewan, terus dilakukan untuk mencegah penyebaran kembali penyakit tersebut.

 

Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan menegaskan bahwa saat ini tidak ada kasus aktif PMK di wilayahnya. Namun beberapa ekor ternak yang sebelumnya terjangkit, masih dalam tahap pemulihan.

 

Pencegahan tetap menjadi prioritas utama agar wabah ini tidak kembali merebak,” ujar Agus Iwan, Selasa (25/2/2025), seperti dirilis rembangkab.go.id. Sebagai langkah preventif, Dintanpan rutin melakukan pemeriksaan di Pasar Hewan Pamotan dan Kragan.

 

Setiap hari pasaran, petugas dikerahkan untuk mengecek kondisi sapi yang masuk ke pasar hewan. Jika ditemukan ternak dengan gejala PMK, petugas akan segera mengambil tindakan.

 

“Tetap dilakukan screening, setiap pasaran petugas kami tetap berjaga. Jika ada sapi yang menunjukkan gejala PMK, maka harus segera dikeluarkan dari pasar dan dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” jelas Agus Iwan.

 

Selain itu, Dintanpan juga gencar melakukan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan hewan ternak terhadap virus.

 

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Kabupaten Rembang dapat benar-benar terbebas dari ancaman PMK dalam jangka panjang.

 

Sebelumnya, setelah sempat ditutup akibat merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak, operasional Pasar Hewan Pamotan dan Kragan di Kabupaten Rembang kini kembali dibuka. Kedua pasar tersebut mulai beroperasi sejak pekan lalu menyusul turunnya jumlah kasus PMK di daerah ini. Sebelumnya, Pemkab Rembang telah membuka kembali pasar hewan, menyusul tak ada lagi kasus PMK di wilayah itu.

 

Kabar dibukanya kembali pasar hewan ini disambut baik oleh para peternak dan pedagang ternak yang sebelumnya terdampak pembatasan lalu lintas hewan. Mereka kini bisa kembali menjalankan aktivitas jual beli secara normal.

 

Sejumlah pedagang ternak optimistis dengan kondisi ini, terutama menjelang Ramadan, saat permintaan hewan ternak biasanya meningkat.

 

Salah satu pedagang dari Desa Weton, Kecamatan Rembang, Chabib Dwi Prayoga, menyampaikan rasa syukurnya atas dibukanya kembali pasar hewan.

 

“Alhamdulillah, pasar hewan sudah mulai dibuka lagi. Biasanya di bulan Ramadan, pasar hewan sepi di minggu pertama dan kedua. Tapi setelah itu, menjelang Lebaran, akan ramai kembali. Semoga ini menjadi pembelajaran kita bersama setelah adanya PMK,” ujar Chabib.

 

Meski sudah kembali beroperasi, aktivitas di pasar hewan belum sepenuhnya pulih. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mahfudz, mengungkapkan bahwa jumlah pedagang yang berjualan masih terbatas.

 

“Pada pekan pertama pembukaan, jumlah pedagang ternak di Pasar Hewan Pamotan masih sekitar 50 persen dari kapasitas normal, sedangkan di Pasar Hewan Kragan baru sekitar 30 persen,” jelasnya.

 

Repost dari Halo Semarang : https://halosemarang.id/kasus-pmk-nihil-di-rembang-screening-di-pasar-hewan-tetap-diperketat/