Kurang Susu, Pemerintah Beli 2 Juta Induk Sapi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dijalankan. Ke depan, sekitar 3 juta siswa di Indonesia akan menerima manfaat ini. Salah satu menu dalam MBG ini adalah susu. Sehingga, pemerintah membutuhkan susu sapi segar yang jumlahnya sangat banyak.

Saat ini, pasokan susu sapi di Indonesia hanya 20 persen dari petani dan peternak lokal. Sisanya 80 persen didatangkan dari luar negeri.Pemerintah pun berusaha agar ketergantungan ke negara lain dikurangi. Karena itu, pemerintah akan mendatangkan 2 juta ekor induk sapi untuk dikembangkan di Indonesia.

Harapannya, sapi unggulan itu nanti bisa mengurangi impor susu dari luar negeri. Kemudian, pemerintah juga mengharuskan agar pedagang utama membeli susu sapi dari peternak lokal. Tidak hanya mengutamakan impor. Jika tidak, pemerintah mengancam akan mencabut izin impor atau menahannya. Sehingga, tidak ada lagi keluhan peternak susu sapi mereka tak dibeli.

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. “Seluruh industri pengolahan susu wajib menyerap susu lokal dari peternak dalam negeri,” ujarnya dikutip darai setkab.go.id, Rabu (26/02/2025). Disampaikannya, Pemerintah pun menargetkan untuk menekan angka impor ini dengan meningkatkan produksi susu dalam negeri.

“Kita ingin instruksi dari Presiden Prabowo adalah bagaimana industri susunya kita naikkan, impornya kita tekan. Jadi orangnya bukan dibatasi untuk minum susu, orang boleh minum susu tapi dari 100 persen yang kita minum bagaimana kuotanya ini lama-lama harus kita balik,” jelas Sudaryono.

Guna mendukung hal tersebut, pemerintah mencanangkan investasi dalam pengadaan induk sapi. Pemerintah memiliki target untuk mendatangkan dua juta sapi indukan ke Indonesia.

“Sudah ada 167 perusahaan yang komit untuk berinvestasi mendatangkan sapi. Jadi negara tidak mengeluarkan APBN tapi mereka berinvestasi, sumber sapinya dari mereka, mereka yang pelihara, mereka yang bermitra dengan peternak-peternak lokal dan seterusnya,” tambahnya.

Pemerintah juga memastikan program Makan Bergizi Gratis akan didukung dengan sumber protein lokal. Saat ini, susu belum masuk dalam program tersebut karena keterbatasan produksi dalam negeri. “Kita tidak ingin memberikan susu impor kepada anak-anak kita. Kita ingin substitusi dulu dengan sumber protein yang lain, dengan telur, daging ayam dan seterusnya,” kata Sudaryono.  

Repost dari Kata Siber : https://katasiber.id/2025/02/26/kurang-susu-pemerintah-beli-2-juta-induk-sapi/