Pemkab Lombok Timur Targetkan 50.000 Vaksin untuk Cegah PMK Sapi
Lombok Timur - Sebagai langkah mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menargetkan 50.000 vaksin PMK.
"Kami ditargetkan oleh pusat 50.000 vaksin, dan sebanyak 5.000 vaksin sudah kami sebar kemarin di lapangan," jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Mashur, kepada DetikBali di ruang kerjanya, Jumat (24/1/2025).
Mashur mengakui pihaknya mengalami kesulitan menyisir sapi yang sudah maupun yang belum divaksinasi. Meski demikian, pada Oktober 2024 lalu, sebanyak 150.000 sapi telah divaksinasi.
"Pada bulan Oktober tahun 2024 yang lalu, kami sudah melakukan vaksinasi 150 ribu ekor sapi. Nah, kita tunggu lagi 6 bulan berikutnya, karena kekuatan vaksin ini kan bisa bertahan sampai 6 bulan," kata Mashur.
Mashur juga menjelaskan bahwa jumlah sapi yang belum divaksinasi masih cukup banyak karena data jumlah sapi terus berubah, baik karena kelahiran maupun kedatangan sapi dari luar daerah.
"Memang masih banyak yang belum kita vaksinasi karena kan dinamis pergerakannya, entah itu karena kelahiran maupun sapi-sapi yang berdatangan dari luar daerah. Datanya teman-teman di lapangan yang tahu," tambahnya.
Mashur mengungkapkan ada 38 ekor sapi di Lombok Timur yang sebelumnya terindikasi PMK. Namun, semua sapi tersebut telah dinyatakan sembuh berdasarkan laporan di lapangan.
"Ada 38 ekor yang terindikasi PMK, namun alhamdulillah saat ini kita menerima laporan 38 ekor itu sudah sembuh, dan yang kita syukuri juga tidak ada kematian sapi di Lombok Timur ini yang disebabkan oleh PMK," beber Mashur.
Sebagai tambahan, Dinas Peternakan juga memberikan vitamin dan pengobatan gratis kepada sapi-sapi di lapangan sembari melakukan sosialisasi kepada peternak. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan di pasar hewan dan kandang-kandang ternak.
Mashur menjelaskan salah satu penyebab PMK adalah perubahan cuaca yang tidak menentu. Faktor ini membuat sapi lebih rentan terjangkit penyakit.
"Penyebab PMK ini sebenarnya itu berawal dari perubahan cuaca yang tidak menentu," jelas Mashur.
Gejala sapi terjangkit PMK antara lain demam, keluarnya cairan dari hidung, dan lidah yang menjadi keras sehingga mengurangi nafsu makan.
"Biasanya demam dia sama seperti manusia, terus lama-kelamaan keluar ingusnya, dan lidahnya itu agak keras sehingga nafsu makan sapi berkurang," kata Mashur.
Dalam kondisi seperti ini, Mashur menyarankan peternak untuk memberikan makanan yang lunak kepada sapi.
Untuk pengobatan, Dinas Peternakan Lombok Timur menggunakan asam nitrat dan cairan jeruk yang diaplikasikan pada hidung sapi yang terindikasi PMK.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Daerah menghentikan masuknya sapi dari luar daerah, termasuk dari Pulau Sumbawa, guna mencegah penyebaran PMK.
"Kami untuk sementara menyetop sapi-sapi yang dari luar pulau, termasuk sapi-sapi dari Pulau Sumbawa. Ini untuk kewaspadaan dan mencegah PMK masuk ke Lombok Timur," pungkas Mashur.
Repost dari Detik Bali : https://www.detik.com/bali/nusra/d-7747976/pemkab-lombok-timur-targetkan-50-000-vaksin-untuk-cegah-pmk-sapi