Puluhan Kerbau Terinfeksi Penyakit Ngorok, Ini Upaya Penanganan yang Dilakukan Distan Kota Bengkulu
Bengkulu – Wabah penyakit ngorok atau Septicemia Epizootica (SE) mengancam populasi kerbau di Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Puluhan ekor kerbau mati akibat penyakit menular ini. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) melakukan pemantauan intensif terhadap kasus penyakit ngorok ini.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP, drh. Henny Kusuma Dewi, bersama tim turun langsung ke lokasi. Mereka menemukan puluhan kerbau milik peternak setempat telah terjangkit penyakit ini, bahkan beberapa di antaranya mengalami kematian. Selain melakukan pemeriksaan, DKPP juga menyerahkan sarana dan prasarana (sarpras) untuk mendukung pengendalian dan penanganan penyakit SE di kerbau.
“Kami terus bersatu dan berupaya mengendalikan penyebaran penyakit ini. Langkah-langkah seperti Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada peternak, pengobatan, serta sterilisasi lokasi koloni kerbau sudah kami lakukan,” ujar Henny.
Sebagai upaya pencegahan untuk tahun mendatang, DKPP telah menyiapkan 1.000 dosis vaksin SE melalui anggaran APBD Kota Bengkulu tahun 2025. Henny menyampaikan harapannya agar vaksinasi ini mampu menekan risiko penyebaran penyakit SE di masa depan.
“Tahun depan kita sudah menganggarkan vaksin sebanyak 1.000 dosis untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” tutupnya.
Repost dari Newsikal : https://www.newsikal.com/puluhan-kerbau-mati-akibat-penyakit-ngorok-distan-kota-bengkulu-lakukan-penanggulangan