Rapat Evaluasi dan Koordinasi kegiatan penanganan PMK Percepatanan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku di wilayah kerja Balai Veteriner Subang Tahun 2022
Anyer – 30 November s/d 02 Desember 2022 – Rapat Evaluasi dan Koordinasi kegiatan penanganan PMK “Percepatanan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku di wilayah kerja Balai Veteriner Subang Tahun 2022”
Dengan hasil Rumusan :
- Rapat koordinasi evaluasi PMK dilakukan dengan tujuan utama dalam rangka mendukung keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan penyakit zoonosis dan penyakit hewan menular strategis serta dengan adanya wabah PMK saat ini.
- Pada sisa waktu tahun 2022 perlu dilakukan akselerasi pencapaian realisasi fisik dan keuangan terutama kegiatan vaksinasi, pengobatan, dan penandaan ternak melalui
- Meningkatkan jumlah tim kerja di lapangan dan adminitrasi dengan pelibatan unsur diluar Dinas misalnya dari Desa, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas yang difasilitasi dengan pendekatan biaya oprasional yang ada sesuai aturan
- Percepatan pelaporan dan proses pembuatan SPJ BOP di Kabupaten/Kota untuk disampaikan kepada PPK Propinsi
- Mengakomodir semua layanan yang telah dilakukan petugas dengan memaksimalkan penyediaan anggaran sampai akhir tahun
- Percepatan vaksinasi hewan rentan PMK untuk mencapai target capaian vaksinasi sebanyak 70% dari total populasi.
- Jumlah Provinsi yang terdampak PMK sebanyak 2 provinsi kasus aktif dan 1 provinsi sudah zero case reported.
- Tiga prinsip penting dalam pengendalian dan pemberantasan PMK, yaitu:
- mencegah kontak antara hewan rentan dengan virus PMK melalui isolasi dan pengendalian pergerakan, serta pengawasan;
- menghentikan replikasi dan peredaran virus PMK di lingkungan melalui pelaksanaan dekontaminasi dan pembuangan yang baik; dan terakhir
- meningkatkan kekebalan hewan rentan dengan melakukan vaksinasi
- identifikasi ternak yang sudah divaksin sangat penting untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi yang mampu telusur dengan pemberian identitas ternak“eartag”.
- Faktor pendukung keberhasilan vaksinasi strain vaksin protektif terhadap virus lapangan dan perlunya menjaga rantai dingin vaksin dan adanya monitoring evaluasi efektifitas vaksinasi.
- Berdasarkan data Analisa data dari Isikhnas kasus PMK yang terjadi di bulan Mei megalami puncak kejadian di bulan Juni, seiring dengan adanya pelaksanaan vaksinasi, pengobatan dan biosekurti kejadian PMK terlihat seperti lonceng yang melandai, yang bisa diartikan bahwa kasus PMK sudah mulai dapat teratasi.
- Balai Veteriner Subang telah melakukan surveilans reported zerocase, menuju zerocase dan monitoring virus serta telah melakukan surveilans post vaksinasi I dan II PMK. Pengambilan sampel surveilans masih berlangsung sampai saat ini
- Hasil pengujian PMK post vaksinasi I menunjukkan titer antibodi seropositive S/P tipe O diatas 90% dan beberapa antibodi seropositive titer antibodi NSP 11-47%. Pengujian elisa NSP dan S/P tipe O masih berlangsung sampai saat ini. Hasil pengujian S/P tipe O yang negative perlu ditindaklanjuti Dinas agar ternak segera dilakukan revaksinasi Kembali.
- Dari hasil paparan Dinas Propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten terdapat beberapa kendala pengendalian PMK yang ditemukan di lapangan :
- Lalu lintas ternak antar wilayah belum terpantau dengan baik sehingga perlu peningkatan pengawasan lalulintas ternak dengan bekerjasama dengan kepolisian, BNPB, Babinsa.
- KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) khususnya pada peternak kerbau perlu dioptimalkan agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan sesuai target.
- Kurangnya pemahaman peternak mengenai vaksinasi menjadi hambatan dalam pencapaian target vaksinasi
- Penanganan PMK juga harus memperhatikan biosekuriti dan sanitasi
- Perlunya KIE tentang PMK baik itu pentingnya vaksinasi dan pentingnya pengendalian PMK dengan pendekatan melalui media informasi sosial baik berupa poster, leaflet, TV dan radio
- Perlunya kajian lebih lanjut tentang dampak PMK terhadap penurunan produksi susu.
- PMK ditargetkan bebas tahun 2030, sehingga diperlukan kerjasam antara : Pemerintah, akademisi, swasta, media elektronik beserta petani/peternak.
- Penilaian Analisa risiko PMK penting dilakukan dalam rangka pencegahan dan pengendalian PMK di suatu wilayah.