Sapi ekspor dari Natuna dipastikan sehat dan bebas penyakit
Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau Satuan Pelayanan Natuna pastikan 25 ekor Sapi yang dikirim keluar Daerah sehat dan bebas dari penyakit PMK. Hal ini dibuktikan dari hasil uji darah di laboratorium yang terakreditasi.
Kepala BKHIT Prov Kepri SP Natuna, Iwan Setiawan mengatakan untuk 25 ekor sapi milik peternak Natuna tersebut sudah dilakukan uji sample darah sebelum dilakukan pengiriman. Hal itu dikatakan Iwan Setiawan saat ditemui pada kegiatan pemantauan Sapi di Pelabuhan Tanjung Payung Penagi. Kamis, (03/04/ 2025).
“Sapi sebanyak 25 ekor dengan nilai ekonomis mencapai 500 juta, sesuai permohonan melalui sistem empat hari sebelumnya sudah dilakukan uji sample darah di laboratorium terkareditasi guna memastikan bahwa Sapi tersebut bebas penyakit PMK yang di buktikan dari hasil uji laboratorium,” terang Iwan Setiawan.
Selain itu wajib dilengkapi dengan dokumen tambahan berupa : Surat Keterangan Vaksinasi, Surat Veteriner, Surat Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Sertifikat Hasil Pengujian dan apabila dokumen lengkap serta hasil uji negatif maka akan di terbitkan Surat Kesehatan Hewan (KH-1) sebagai dasar bahwa sapi tersebut sehat, aman dan lengkap persyaratannya untuk dilaksanakan pengiriman keluar Natuna.
Melalui kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Natuna dan Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau terus menjaga agar sapi asal Natuna tetap menjadi lumbung Sapi Kepulauan Riau.
Seperti diketahui bersama bahwa Natuna masih bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk ternak sapi, kambing dan yang lainnya dibuktikan dengan surat keterangan bahwa ternak Sapi yang ada di Natuna masih bebas Vaksinasi serta sesuai dengan surat edaran terkait penyebaran PMK. Aturan Karantina yang jadi pedoman kita saat ini untuk lalu lintas Hewan Rentan PMK (HRP) adalah Surat Edaran Kepala Badan Karantina Indonesia Nomor 620 tahun 2025 tentang Kewaspadaan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku.
Himbauan kepada seluruh peternak baik Sapi, kambing dan hewan lainnya untuk selalu menjaga kesehatan hewan dan kebersihan kandang pemeliharaan. Memberi pakan yang cukup dan sesuai kebutuhan.
Selain itu rutin bersihkan kandang dan lingkungan serta menjaga kesehatan pemilik atau pemelihara ternak . Hal ini agar tidak terjadi wabah yang dapat menjangkit ke manusia.
Badan terkait juga menghimbau untuk senantiasa mewaspadai adanya gejala penyakit pada ternak sapi mereka. Apabila terjadi ada gejala sakit, maka bisa langsung menginformasikan ke dinas setempat atau ke dokter hewan karantina terdekat.
Repost dari RRI : https://www.rri.co.id/daerah/1432254/sapi-ekspor-dari-natuna-di-pastikan-sehat-dan-bebas-penyakit