Sumbar Nol Kasus Baru PMK, 20 Ribu Sapi Sudah Divaksin

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menekan kasus baru Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi hingga nol selama empat minggu terakhir setelah memberikan 20 ribu dosis vaksin. Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau peternak untuk waspada dan mendorong vaksinasi mandiri.

“Kami telah menyalurkan 20 ribu dosis vaksin kepada sebagian besar ternak sapi yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Namun, kami tetap menganjurkan pengusaha ternak untuk melakukan vaksinasi PMK mandiri,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbar, Sukarli, melalui Kepala Bidang Kesehatan dan Kesmavet, M. Kamil, di Padang, baru-baru ini.

Ia menegaskan bahwa stok vaksin PMK yang dimiliki pemerintah masih terbatas. Oleh karena itu, DPKH Sumbar menyarankan pengusaha ternak untuk melakukan vaksinasi mandiri, mengingat ketersediaan vaksin di pasaran masih cukup banyak.

DPKH Sumbar juga telah mengajukan permintaan tambahan sebanyak 6.200 dosis vaksin ke pemerintah pusat untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali PMK di Sumbar.

Kamil menjelaskan bahwa seluruh sapi yang sebelumnya terinfeksi PMK sudah pulih setelah mendapatkan penanganan dari petugas paramedis peternakan maupun peternak sendiri.

“Kami tidak boleh lengah meskipun kasus PMK sudah melandai. Pemerintah Provinsi Sumbar dan masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan serta semakin intensif dalam melakukan vaksinasi,” tegasnya.

Menjelang Hari Raya Kurban, para pengusaha ternak telah mulai menampung sapi. Oleh karena itu, pemerintah menekankan pentingnya vaksinasi PMK mandiri agar sapi tetap sehat hingga hari pemotongan.

Pada Hari Raya Kurban, rata-rata terjadi pemotongan 39-40 ribu ekor sapi. Namun, DPKH Sumbar memperkirakan jumlah pemotongan pada tahun 2025 akan meningkat menjadi sekitar 42 ribu ekor.

Peningkatan jumlah sapi kurban ini berkaitan erat dengan kondisi ekonomi yang membaik serta banyaknya perantau yang pulang kampung. Pada akhir tahun 2024, sebanyak 770 ekor sapi di 53 nagari pada 14 kabupaten/kota di Sumbar sempat terinfeksi PMK.

Lima kabupaten/kota mengalami dampak terparah, yaitu Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Agam. “Alhamdulillah, kondisi PMK di Sumbar saat ini sudah aman. Namun, kami tetap meningkatkan kewaspadaan karena virus ini bisa muncul kembali kapan saja,” pungkas M. Kamil.

 

Repost dari Koran Padang : https://koranpadang.com/daerah/sumbar-nol-kasus-baru-pmk-20-ribu-sapi-sudah-divaksin/