Tekan Penyebaran PMK di Sleman, 14 Puskeswan Setiap Hari Lakukan Vaksinasi Hewan Ternak

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman terus berupaya menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak. Sebanyak 14 pusat kesehatan hewan (Puskeswan) akan melaksanakan vaksinasi setiap hari. Kepala UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan, Suryawati Purwaningtyas, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima bantuan vaksin dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) sebanyak 22.894 dosis. 

 

Vaksin ini akan diaplikasikan pada hewan ternak yang rentan tertular virus PMK, terutama sapi perah, sapi potong, serta kambing dan domba. “Vaksin yang diperoleh dari Kementan akan diaplikasikan pada ternak yang rentan, dengan prioritas adalah sapi perah dan sapi potong. Apabila dalam satu kandang terdapat kambing atau domba, maka vaksinasi juga akan dilakukan," ujar Suryawati dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/01/2025).

 

Suryawati menjelaskan bahwa jadwal vaksinasi ditentukan oleh masing-masing Puskeswan. Di Kabupaten Sleman, vaksinasi akan menyasar seluruh hewan ternak di 17 kapanewon. "Setiap hari mereka melakukan vaksinasi. Di Sleman ada 14 Puskeswan. Kadang hari ini hanya sebagian Puskeswan yang melakukan vaksinasi, dan besok pagi sebagian yang lain. Target vaksinasi tiap Puskeswan menyasar ternak di 17 kapanewon," ungkapnya. 

 

Berdasarkan laporan, virus PMK di Kabupaten Sleman telah ditemukan pada sapi dan kambing atau domba. Hingga saat ini, belum ada laporan kasus PMK pada kerbau dan babi di wilayah tersebut. Populasi hewan yang rentan terjangkit virus PMK, yaitu hewan ternak berkuku genap atau belah, seperti sapi, kambing, domba, kerbau, dan babi, di Kabupaten Sleman mencapai kurang lebih 97.310 ekor.

 

Suryawati menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya mengendalikan laju penularan virus PMK. Langkah-langkah yang diambil termasuk menyelenggarakan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat, khususnya peternak, tentang pencegahan dan pengendalian virus PMK melalui Puskeswan. Puskeswan juga rutin melakukan disinfeksi, monitoring, dan pengobatan bagi ternak yang sakit, serta melakukan pemeriksaan ketat terhadap hewan ternak yang akan masuk ke Pasar Hewan Ambarketawang.

 

"Apabila ditemukan hewan ternak yang menunjukkan gejala PMK, maka hewan tersebut tidak diizinkan masuk pasar. Kami juga melakukan disinfeksi secara rutin di area pasar hewan setelah pasaran," ucapnya. Suryawati menambahkan bahwa kasus PMK yang tengah mewabah bukanlah penyakit zoonosis, sehingga tidak menular ke manusia. Fokus pemerintah saat ini adalah mencegah penularan virus tersebut ke hewan ternak lainnya.

 

"Masyarakat diimbau agar segera melapor ke petugas kesehatan hewan atau Puskeswan terdekat jika menemukan hewan yang bergejala PMK," pungkasnya.



Repost dari Kompas : https://regional.kompas.com/read/2025/01/22/190117678/tekan-penyebaran-pmk-di-sleman-14-puskeswan-setiap-hari-lakukan-vaksinasi#google_vignette