Untuk Putus Mata Rantai Penyebaran PMK, Pemkab Wonogiri Libatkan TNI dan Polri Sadarkan Peternak Sapi
Penyebaran virus PMK (penyakit mulut dan kuku) meluas di Kabupaten Wonogiri, hingga memunculkan lebih 600 kasus sapi terinfeksi. Hal ini membuat Pemkab Wonogiri harus melibatkan Polri dan TNI untuk membantu mengedukasi peternak, di dalam progres mitigasi dan penyembuhan hewan ternaknya.
Bupati Wonogiri Joko Sutopo pun terpaksa memperpanjang penutupan 17 pasar hewan di wilayahnya hingga 16 Januari mendatang, setelah penutupan edisi pertama yang berakhir pada 9 Januari lalu, belum mampu menurunkan kasus PMK yang merabak di 25 kecamatan itu.
Kepala Dinas Pertanian Wonogiri, Baroto Eko Pujanto kepada Media Indonesia, Minggu (12/1/2025) menjelaskan, penyebaran yang meluas di seluruh kecamatan se-Wonogiri itu membuat Bupati Joko Sutopo memperpanjang penutupan hingga 16 Januari mendatang.
Lebih dari itu, untuk menekan penyebaran virus PMK, pihaknya juga melibatkan TNI dan Polri, guna disinergikan dalan proses sosialisasi dan mitigasi penyehatan sapi dari gempuran PMK se-Wonogiri yang sudah dalam status kejadian luar biasa (KLB) itu.
Sejak mulai muncul kasus PMK yang menimpa hewan ternak sapi pada akhir tahun lalu, hampir tiap hari di sejumlah sentra ternak sapi potong di Wonogiri masih bermunculan kasus baru. Hal ini terjadi, karena meski pasar hewan sudah ditutup, tapi mobilisasi ternak antar peternak masih sulit dikontrol.
"Kami keterbatasan sumber daya, sementara jangkauan luas sekali, dan tingkat kesadaran peternak untuk upaya penyehatan juga kurang, sehingga bantuan personil Babinsa dan Babinkamtibmas diperlukan untuk proses sosialisasi dan mitigasi di lapangan," imbuh Baroto.
Pada saat sama permohonan vaksin PMK ke Kementerian Pertanian dan juga Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah belum mendapatkan perhatian maksimal. Dari permohonan 15 ribu vaksin pada Desember lalu, baru mendapatkan 500 dosis tanpa BOP (biaya operasional petugas).
"Pemerintah (Pusat yang kami dengar baru akan mengeluarkan vaksin pada akhir Januari nanti. Ada sekitar 1.500 dosis vaksin (yang diperlukan), mudah mudahan nanti lengkap dengan BOP nya," tukas dia sekali lagi.
Sementara itu, Bupati Wonogiri yang akrab disapa Jekek menegaskan, adanya outbreak kasus PMK se-Jawa, membuat pihaknya mengambil langkah perpanjangan penutupan Hal ini dibarengi dengan penyemprotan disinfektan secara serentak di seluruh pasar hewan.
“ini sejalan dengan kebijakan kementerian menerbitkan instruksi untuk penutupan pasar-pasar hewan selama dua pekan. Kalau kementerian pasti nasional," imbuh dia.
Dia katakan kasus di Wonogiri cukup merata, penambahan cukup cepat, sehingga angkabya fluktuatif. " Dan upaya penyehatan terus kami upayakan, dan peternak menyambut positif," tandas dia sekali lagi.
Pemkab Wonogiri, akan terus memonitor dan mengevaluasi perkembangan, baik yang terpapar, yang berhasil disembuhkan, yang mati. Sebab Wonogiri sebagai salah satu daerah sentra ternak sapi potong di Jawa Tengah, berpopulasi 180 ribu ekor, ingin rantai penularan dapat secepatnya diputus.
"Dengan berbagai keterbatasan, kami terus berusaha keras untuk menyelamatkan usaha ternak rakyat, agar tidak terpuruk secara berkelanjutan," timpal Kepala Dispertan Baroto Eko Pujanto.
Repost dari Media Indonesia : https://mediaindonesia.com/nusantara/733788/untuk-putus-mata-rantai-penyebaran-pmk-pemkab-wonogiri-libatkan-tni-dan-polri-sadarkan-peternak-sapi#google_vignette