Wonogiri Berhasil Kendalikan Wabah PMK, Kasus Aktif Nol
Kabar baik datang dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terkait penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, mengumumkan bahwa kasus aktif PMK di wilayahnya telah mencapai angka nol. Tidak ada lagi penambahan kasus baru, dan situasi wabah ini dinyatakan telah terkendali.
"Kasus aktif PMK di Wonogiri sudah tidak ada. Tidak ada tambahan kasus baru, dan angka kesembuhan terus meningkat. Dari total hampir 1.900 kasus yang tercatat, semuanya telah berhasil ditangani," ujar Baroto kepada RRI, Selasa (25/2/2025).
Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya vaksinasi massal yang gencar dilakukan oleh pemerintah setempat. Hingga saat ini, Dinas Pertanian Wonogiri telah menerima dan mengaplikasikan vaksin PMK dalam beberapa tahap. Tahap pertama sebanyak 500 dosis, tahap kedua 800 dosis, dan tahap ketiga 800 dosis.
Selain itu, sebanyak 4.500 dosis vaksin tambahan telah diterima dan akan diberikan kepada hewan ternak hingga akhir Maret 2023.
"Kami optimis target vaksinasi akan tercapai sesuai jadwal. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan PMK tidak kembali merebak," ujar Baroto.
Selain vaksinasi, langkah strategis lain yang diambil adalah penutupan sementara pasar hewan selama tiga minggu, mulai 3 Januari hingga 23 Januari 2025. Langkah ini dinilai sangat efektif dalam memutus rantai penularan PMK. Selama penutupan, dilakukan juga penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di pasar hewan dan kandang-kandang ternak milik warga.
"Penutupan pasar dan disinfeksi massal berjalan serentak. Alhamdulillah, hasilnya sangat positif. Masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya membatasi mobilitas ternak selama wabah PMK masih ada," ujar Baroto.
Sejak dibukanya kembali pasar hewan, aktivitas di pasar tersebut belum menunjukkan peningkatan populasi hewan ternak yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat akan bahaya PMK semakin tinggi. Masyarakat kini lebih berhati-hati dalam memobilisasi ternak mereka.
"Pasar hewan saat ini masih didominasi oleh pedagang lokal. Pedagang dari luar daerah belum banyak yang datang. Ini justru menjadi sisi positif karena menunjukkan bahwa masyarakat sudah paham bagaimana mencegah penularan PMK," ucap Baroto.
Repost dari RRI : https://www.rri.co.id/daerah/1348492/wonogiri-berhasil-kendalikan-wabah-pmk-kasus-aktif-nol