Tekan Kasus PMK di Jateng ,Dirjen Peternakan dan Disnakan Boyolali Vaksin Sapi di Andong
Direktur perbibitan dan produksi ternak,Direktorat Jendral peternakan dan kesehatan hewan, kementerian pertanian,bersama Dinas peternakan Propinsi Jawatengah dan Dinas peternakan Kabupaten Boyolali,Melakukan vaksinasi terhadap ternak sapi,di Desa Kedungdowo,kecamatan Andong Kabupaten Boyolali,pada Selasa 14/1/2025. Hal ini di lakukan ,guna menekan jumlah kasus Penyakit Mulut dan Kuku,( PMK),yang sedang meningkat di Jawatengah,utamanya di Boyolali.
Sintong Hutasoit,selaku Direktur perbibitan dan produksi ternak,Direktorat Jendral peternakan dan kesehatan hewan,Kementerian pertanian di Andong Boyolali mengatakan.Dipropinsi Jawatengah secara global,terjadi peningkatan kasus PMK.Utamanya terjadi di sentra sentra ternak yang populasinya cukup padat.Utamanya di Kabupaten Blora,Grobogan,Sragen,dan Kabupaten Wonogiri.
”Memang terjadi peningkatan kasus,yang di mulai dari awal Desember 2024 hingga saat ini.Tapi tak perlu kawatir sebenarnya,dengan adanya peningkatan kasus,pemerintah pusat dengan Dinas propinsi dan kabupaten kota,kita segera melakukan tindakan bersama giat vaksinasi dan pengobatan terhadap ternak ternak yang kalau untuk vaksinasi untuk kegiatannya harus betul betul ternak itu sehat.”Kata Sintong Hutasoit.
Lebih lanjut Sintong mengatakan,ternak ternak ya g sakit tak di lakukan vaksinasi ,tetapi di lakukan pengobatan untuk tingkatkan daya tahan tubuhnya.Pihaknya menyarankan kepada para peternak,agar memberikan pakan yang baik terhadap sapi.Dengan harapan saya imunitas ternak meningkat.Sehingga jika terkena virus PMK maka memiliki kekebalan.
.”Indonesia sekarang ,sampai tanggal 13 ini Memeng terjadi kasus tersebut sebanyak 17 ribu .Tetapi sudah terkendali dan menurun, dan sekarang sudah mulai landai.Karena telah di lakukan pengobatan.Kami berharap di akhir Januari hingga Februari,sudah tak ada lagi kasus PMK.” Kata Sintong.
Di katakan Sintong,PMK ini sudah endemis di Indonesia. Sebelumnya Indonesia telah bebas kasus PMK hampir 30 tahun.Dan Kasus PMK Kembali terjadi di Indonesia di mulai April 2022 hingga sekarang.Artinya kondisi ini memang terjadi peningkatan kasus.
Hal ini di mungkinkan disebabkan ternak ternak sebelumnya yang di lakukan vaksinasi di awal awal tahun 2024,idealnya ternak ternak tersebut harus di vaksin dua kali setahun.”Mungkin ada peternak yang hanya melakukan vaksin sekali,nah mendekati Akir 2024,mungkin antibodynya menurun.Ini yang bisa terkena inveksi.Sehingga terjadi peningkatan kasus.” Kata Sintong.
Pemerintah pusat,kusus untuk Jawatengah, telah mendistribusikan vaksin 400 ribu dosis dalam setahun.Tahap awal 40 ribu dosis.
Repost dari Karysmafm : https://karysmafm.com/boyolali/tekan-kasus-pmk-di-jateng-dirjen-peternakan-dan-disnakan-boyolali-vaksin-sapi-di-andong