Data Menurunnya Kasus PMK Sapi dalam Catatan Kementan
Menjelang pertengahan tahun 2025, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat penurunan yang drastis dalam jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia. PMK sempat mencapai puncaknya dengan 2.412 kasus per minggu pada awal bulan Januari 2025, namun saat ini angka tersebut telah menurun secara signifikan menjadi hanya 182 kasus pada pekan ketiga bulan Februari 2025.
Langkah Strategis dalam Pengendalian PMK
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, menegaskan pentingnya untuk tetap waspada meskipun kasus PMK telah menurun. Pengawasan lalu lintas ternak harus tetap diperketat, dan program vaksinasi akan terus ditingkatkan guna mengurangi risiko penyebaran PMK.
Kementan telah memastikan akan terus menggenjot program vaksinasi PMK sebagai langkah strategis dalam pengendalian penyakit ini. Sejak awal tahun, Kementan telah menyalurkan 1,4 juta dosis vaksin PMK ke berbagai provinsi sebagai dukungan terhadap Bulan Vaksinasi PMK Februari 2025. Distribusi vaksin ini diharapkan dapat membantu mencegah kembali merebaknya kasus PMK di Indonesia.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Swasta
Untuk terus menekan jumlah kasus PMK, Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Imron Suandy, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta. Selain dari vaksin yang disalurkan oleh Kementan, partisipasi aktif dari pemerintah daerah dan swasta dalam pengadaan dan operasionalisasi vaksin juga diharapkan dapat menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam pengendalian dan penanggulangan PMK.
Kabar Baik dari Berbagai Daerah
Sejumlah daerah di Indonesia juga mulai menunjukkan perkembangan yang positif dalam menekan jumlah kasus PMK. Provinsi Jawa Timur, yang merupakan salah satu wilayah endemis, mulai melihat penurunan kasus setelah program vaksinasi yang efektif. Misalnya, di Lamongan, vaksinasi serentak telah dilakukan sebagai upaya pencegahan, sementara di Kota Kediri, vaksinasi masif sejak tahun sebelumnya telah berhasil menekan angka kasus dengan target rampung sebelum April 2025.
Di Mojokerto, Trenggalek, dan Aceh, vaksinasi juga menjadi kunci dalam pengendalian PMK. Pasar hewan khusus kambing dan domba di berbagai daerah juga kembali dibuka setelah kasus PMK menurun, menandakan adanya kemajuan dalam upaya pencegahan penyakit ini.
Tetap Waspada dan Jalankan Protokol Pencegahan
Meskipun kasus PMK terus menurun di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Boyolali, dan Blora, pemerintah tetap mengingatkan para peternak untuk tidak lengah. Protokol pencegahan harus tetap dijalankan dengan disiplin untuk memastikan perlindungan ternak dan mencegah penyebaran PMK di masa yang akan datang.
Kehati-hatian juga tetap diperlukan di pasar hewan, dimana pengoperasian kembali pasar harus dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Langkah-langkah preventif yang telah dilakukan harus dipertahankan agar upaya pencegahan penyakit ini dapat terus berjalan dengan baik.
Kesimpulan
Penurunan drastis kasus PMK di Indonesia merupakan hasil dari upaya bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini. Program vaksinasi yang masif, pengawasan ketat terhadap pergerakan ternak, serta disiplin dalam menjalankan protokol pencegahan menjadi kunci keberhasilan dalam menekan jumlah kasus PMK.
Dengan tetap waspada dan menjaga kedisiplinan dalam menjalankan langkah-langkah preventif, diharapkan Indonesia dapat terus mengurangi risiko penyebaran PMK dan melindungi ternak dari penyakit yang merugikan ini.
Repost dari Kompas Timur : https://www.kompastimur.com/data-menurunnya-kasus-pmk-sapi-dalam-catatan-kementan/