Kementan Usul Gowa Jadi PSN Lahan Investasi Sapi, Adnan: Kita Pilih Dataran Tinggi

Makassar – Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan tiga daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) dari 21 lokasi yang menjadi proyek strategis nasional (PSN) untuk mempermudah investasi sapi perah dan sapi potong. Salah satu di Sulsel adalah Kabupaten Gowa.

 

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyebut, akan memilih daerah dataran tinggi untuk menjadi lokasi investasi sapi perah. Sebab, daerah dataran tinggi ini cocok untuk sapi perah dimanfaatkan.

 

“Dataran tinggi itu memang sangat cocok untuk sapi perah, jadi ini untuk memenuhi kebutuhan susu kita dalam rangka mensukseskan program makan bergizi gratis. Di Tombolopao itu di daerah perbatasan Kabupaten Sinjai bagian Barat, di daerah Manipi, saya pernah menempatkan sebagai daerah untuk pengembangan sapi perah,” kata Adnan kepada Herald Sulsel, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 16 Desember 2024.

 

Ia mengatakan, pemilihan Kabupaten Gowa menjadi PSN untuk investasi sapi dinilai tepat.

Adnan juga bilang, pihaknya akan segera merancang program ini untuk dikerjakan di 2025 mendatang. Pihaknya akan mengembangkan bibit sapi perah lalu dikembangkan. 

 

“Luasnya kalau tidak salah 21 hektare. Jadi baru kita petakan, baru disiapkan titik koordinat nya, tahun depan kita lanjutkan. Tombolopao itu kan daerah dingin, sapi perah itu gak suka panas. Mungkin bibitnya di kirim ke sini, lalu dikembangkan,” tutupnya.

Untuk informasi, Kementan mengusulkan 21 lokasi menjadi proyek strategis nasional (PSN) untuk mempermudah investasi sapi perah dan sapi potong. 

 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan, lokasi-lokasi itu ditetapkan berdasarkan rapat yang digelar dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Badan Gizi Nasional, dan berbagai stakeholder lain, Rabu, 11 Desember 2024. 

“Wilayahnya ada 21, salah satunya di Sulawesi, (terus) di Jawa Tengah,” kata Agung kepada wartawan, di kawasan Jakarta Selatan,Rabu, 11 Desember 2024. 

 

Agung mengatakan, Indonesia masih mengimpor susu dan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Baca juga: Tantangan Penguatan Produksi Susu lewat Koperasi, Harga hingga Produktivitas Sapi “Melalui kegiatan ini, diharapkan investasi akan segera terealisasi dan kita bisa mengurangi ketergantungan untuk impor susu dan daging sapi,” tutur Agung.

 

Berikut daftar lokasi PSN untuk peternakan sapi yang diusulkan Kementan:

1. Kecamatan Giliren dan Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan

2.Savana, Seko, Kab Luwu Utara, Sulsel

3. Kecamatan Parangloe dan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulsel

4. Lembah Napu, di Sulawesi Tengah

5. Sepaku, di Kalimantan Timur

6. Awang Bangkal Timur, di Kalimantan Selatan

7. Rantau Balai, di Kalimantan Selatan

8. Kabupaten Sumedang

9. Cisaruni, Cikajang Kab Garut

10. Subang, Jabar

11. Kertajati, Kab Majalengka

12. Indramayu, Jabar

13. Cisereh, di Banten

14. Brebes, Jawa Tengah

15. Blora, di Jawa Tengah

16. Kabupaten Blitar, di Jawa Timur

17. Kabupaten Deli Serdang, di Sumatera Utara

18. Sumba, di NTT

19. Sumbawa, di NTB

20. Kabupaten Merauke, di Papua Selatan

21. Lahan kedua di Kabupaten Indramayu

 

Repost dari Herald Sulsel: 

https://www.google.com/amp/s/sulsel.herald.id/2024/12/17/kementan-usul-gowa-jadi-psn-lahan-investasi-sapi-adnan-kita-pilih-dataran-tinggi/amp/