Pemkab Situbondo Terima 21.750 Dosis Vaksin PMK dari Kementan untuk Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, menerima sebanyak 21.750 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka pelaksanaan Bulan Bakti Vaksinasi PMK.

 

Vaksinasi ini bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran PMK di kalangan peternak sapi di wilayah Situbondo. Pejabat Otoritas Veteriner pada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Situbondo, drh. Etty Nurhayati, menyatakan bahwa dosis vaksin yang diterima ini ditargetkan akan disuntikkan ke hewan ternak sapi hingga akhir Maret 2025.

 

"Bulan Bakti Vaksinasi PMK baru dimulai pada pertengahan Februari, dan kami menargetkan vaksinasi terhadap hewan ternak selesai pada akhir Maret," ujar Etty di Situbondo, Senin, 17 Februari 2025.

Sesuai petunjuk dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Bulan Bakti Vaksinasi PMK ini dilaksanakan mengingat tingginya kasus penyakit mulut dan kuku di Jawa Timur. Tercatat, jumlah kasus PMK di provinsi ini telah mencapai 1,6 juta kasus, dan Situbondo menjadi salah satu daerah penyumbang angka kasus tersebut. 

Menurut Etty, vaksinasi ini difokuskan pada ternak sapi, meskipun vaksin PMK juga dapat diberikan kepada kerbau, kambing, dan domba. Namun, karena mayoritas kasus PMK ditemukan pada sapi, maka ternak sapi menjadi prioritas utama dalam vaksinasi ini. "Prioritas vaksinasi tetap pada sapi, karena memang terlihat lebih rentan terhadap virus PMK. Sementara itu, kambing dan domba juga berisiko, tetapi kasusnya sangat jarang ditemukan," jelasnya.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo mencatat bahwa sejak tahun 2022 atau sejak pertama kali virus PMK merebak, sekitar 80 persen dari total populasi sapi sebanyak 167.000 ekor telah divaksinasi.

Upaya ini telah menunjukkan hasil positif, dengan tren kasus yang mulai menurun.

"Kasus PMK di Situbondo sudah mulai melandai. Dalam satu pekan terakhir, penambahan kasus hanya satu ekor atau bahkan tidak ada sama sekali," ujar Etty.

Dalam catatan Dinas Peternakan dan Perikanan, jumlah kasus PMK di Situbondo mencapai 425 ekor pada periode 25 Desember 2024 hingga 1 Februari 2025. Namun, dengan gencarnya vaksinasi, jumlah kasus baru semakin menurun.

Harapannya, melalui Bulan Bakti Vaksinasi PMK ini, penyebaran penyakit dapat dikendalikan secara optimal. Pemerintah Kabupaten Situbondo terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan vaksinasi berjalan lancar dan merata. Petugas kesehatan hewan dikerahkan untuk menyuntikkan vaksin kepada ternak secara langsung di lapangan. Selain itu, pemerintah juga mengimbau para peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang dan menerapkan protokol kesehatan hewan agar virus PMK tidak kembali menyebar.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sektor peternakan di Situbondo dapat pulih dan produktivitas ternak tetap terjaga. 

Repost dari Ring Times : https://www.ringtimes.id/berita/74996158/pemkab-situbondo-terima-21750-dosis-vaksin-pmk-dari-kementan-untuk-cegah-penyebaran-penyakit-mulut-dan-kuku-pada-ternak