Sebanyak 226 Ternak di Sampang Terjangkit Wabah LSD
SAMPANG, SJP - Penyakit hewan ternak berupa lumpy skin disaese (LSD) di Kabupaten Sampang belum sepenuhnya selesai. Sebab, terhitung dari Januari hingga Desember 2024 telah ada 226 kasus LSD di Sampang.
Peternak asal Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Syafi'i menuturkan, hewan ternaknya hingga saat ini masih belum sembuh total. Meskipun tidak separah pada awal penyakit tersebut datang.
Menurut dia, penyakit gatal yang menyerang sapinya itu sudah berjalan hampir lima bulan. Padahal, semua pengobatan sudah dilakukan. Namun tak kunjung sembuh. Dirinya pun dibuat khawatir atas kondisi sapinya.
"Kalau sekarang sudah agak mendingan. Kalau awal-awal, hampir seluruh kulitnya mengelupas," ungkapnya, Selasa (10/12/2024).
Kapala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Suyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Arif Rahman mengatakan, penyebaran penyakit hewan ternak di Sampang terjadi melalui mutasi ternak dengan cara jual beli.
"Atau pedagang itu membeli hewan ternak dari luar daerah Sampang. Atau bisa jadi transaksi di dalam daerah. Tapi sapinya ternyata dari luar," terangnya, Selasa (10/12/2024).
Pihaknya sudah melakukan kontrol terhadap perputaran atau transaksi jual beli di pasar-pasar hewan. Seperti pasar Kamis di Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang. Bahkan, ada petugas dari dinas yang siaga melakukan kontrol terhadap hewan ternak.
Namun, kata Arif, karena penyakit tersebut memerlukan masa inkubasi yang cukup lama. Seperti halnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Yakni membutuhkan waktu selama 15 hari.
"Makanya, waktu di pasar ada kontrol, penyakit tersebut masih belum kelihatan. Tapi setelah di kandang, baru kelihatan," ungkapnya.
Arif menambahkan, pihaknya tidak jual beli hewan ternak yang berasal dari luar daerah, selama itu masih memenuhi aturan yang berlaku. Seperti adanya surat dari dinas terkait. Kemudian ternak yang dijual di Sampang sebelumnya telah melalui vaksinasi.
"Tidak masalah, yang penting mematuhi aturan dan ada rekomendasi dari pemerintah setempat," ucapnya.
Menjelang pergantian musim seperti saat ini, pihaknya mengimbau kepada para peternak, agar rutin memantau kondisi hewan ternaknya. Kemudian membersihkan kandang dan menyuplai makanan yang bergizi.
"Dan ketika ada sapi yang sakit, segera lapor kepada petugas kami di lapangan. Kalau jumlah keseluruhan yang terkena LSD sekitar 226 ternak," pungkasnya.
Repost dari Berita Satu: https://www.beritasatu.com/network/suarajatimpost/391673/sebanyak-226-ternak-di-sampang-terjangkit-wabah-lsd