Sempat Tutup Akibat PMK, Kini Pasar Hewan di Rembang Buka Kembali Jelang Ramadhan
Perkembangan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Rembang terus menurun. Total dari 200 kasus PMK, kini tinggal delapan ekor sapi, itupun tinggal proses penyembuhan yang sebelumnya terinfeksi.
Keberhasilan tersebut menjadi kabar baik bagi peternak dan pedagang hewan ternak, yang sebelumnya terdampak wabah. Setelah mengalami pembatasan lalu lintas ternak, mereka kini dapat kembali menjalankan aktivitas jual beli secara normal, bahkan Pasar Hewan Pamotan dan Kragan juga sudah kembali beroperasi pekan lalu.
Pedagang dari Desa Weton, Kecamatan Rembang, Chabib Dwi Prayoga menyampaikan rasa syukurnya atas dibukanya kembali pasar hewan.
“Alhamdulillah, pasar hewan sudah mulai dibuka lagi. Biasanya di bulan Ramadan, pasar hewan sepi di minggu pertama dan kedua. Tapi setelah itu, menjelang Lebaran, akan ramai kembali. Semoga ini menjadi pembelajaran kita bersama setelah adanya PMK,” ujar Chabib, dalam keterangan tertulis di Pemprov Jateng, Rabu (26/02/2025).
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mahfudz mengungkapkan, meski sudah kembali beroperasi, aktivitas di pasar hewan belum sepenuhnya pulih. Jumlah pedagang yang berjualan masih terbatas.
“Pada pekan pertama pembukaan, jumlah pedagang ternak di Pasar Hewan Pamotan masih sekitar 50 persen dari kapasitas normal, sedangkan di Pasar Hewan Kragan baru sekitar 30 persen,” jelasnya.
Menurut Mahfudz, kondisi Pasar Hewan Kragan memang relatif lebih sepi, karena lebih banyak digunakan oleh pedagang lokal. Meski demikian, pihaknya optimistis jumlah pedagang dan pembeli akan terus meningkat seiring membaiknya situasi.
Disampaikan, pihaknya tetap melakukan evaluasi terhadap penyebaran PMK, meskipun pasar hewan telah kembali dibuka. Evaluasi ini dilakukan setiap dua kali pasaran, untuk memastikan tidak ada lonjakan kasus, yang dapat membahayakan kesehatan ternak dan kelangsungan pasar hewan.
Mahfudz berharap, kondisi yang semakin membaik dapat membantu peternak dan pedagang bangkit dari masa sulit akibat PMK. Dengan demikian, roda perekonomian masyarakat, terutama di sektor peternakan, bisa segera pulih dan berkembang.
“Semoga perdagangan hewan ternak, baik besar maupun kecil di Kabupaten Rembang bisa berjalan lancar. Kami juga berharap, pasar hewan kembali beroperasi normal, sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat,” tutup Mahfudz.
Repost dari Panen News : https://www.panennews.com/peternakan/1681034498/sempat-tutup-akibat-pmk-kini-pasar-hewan-di-rembang-buka-kembali-jelang-ramadhan