Bantuan Terbatas, Dinas Peternakan Tulungagung Dorong Peternak Vaksinasi Mandiri
Tulungaguni - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mendorong peternak melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku atau PMK secara mandiri. Alasannya, bantuan vaksin dari pemerintah sangat terbatas.
Kepala Disnakkeswan Tulungagung Mulyanto, mengatakan saat ini hanya mendapatkan pasokan 10.500 vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Padahal jumlah populasi sapi di Tulungagung mencapai 159.000 ekor.
Menurutnya vaksinasi mandiri telah dilakukan oleh sejumlah peternak sapi perah di Kecamatan Pagerwojo. Pemerintah yakin peternak mampu untuk melakukan vaksinasi mandiri, karena biaya.yang dibutuhkan hanya Rp28.000 per ekor.
"10.500 dari provinsi, itu sudah sangat membantu. Itu didistribusikan ke puskeswan, dilanjutkan pelayanan ke masyarakat. Populasi 123 ribu sapi potong, sapi perah 23 ribu ekor. Kekurangannya, kami dorong kepala pelaku usaha untuk melakukan vaksinasi mandiri," kata Mulyanto, Kamis (16/1/2025).
Mulyanto menambahkan untuk bantuan vaksin akan segera didistribusikan masing-masing puskesmas yang ada di tingkat kecamatan dan dilanjutkan vaksinasi ke peternakan.
Data di Dinas Peternakan Tulungagung jumlah sapi yang terpapar PMK mencapai 98. Jumlah ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kabupaten/kota tetangga, di Trenggalek misalnya jumlah sapi yang terpapar PMK mencapai 541 ekor, 11 diantaranya mati.
Repost dari KBR :