Kasus PMK di Bojonegoro Melandai, Pasar Hewan Akan Kembali Dibuka

Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Bojonegoro, Jawa Timur mulai melandai. Sehingga Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro berencana membuka kembali aktivitas jual beli di pasar hewan.

“Besok terkahir penutupan pasar hewan di Bojonegoro. Melihat kondisi kasus PMK yang turun, setelah selesai dilakukan kajian pasar hewan akan kembali dibuka,” kata Kabid Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (Disnakan) Bojonegoro, Lutfi Nurrahman kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (18/2/2025).

Dia mengungkapkan, penutupan pasar sudah dilakukan pada 22 Januari hingga 4 Februari, dan diperpanjang hingga 19 Februari 2025. Rencananya akan segera dibuka agar aktivitas jual beli hewan kembali normal.

Hal ini juga mempertimbangkan kasus PMK mulai melandai. Yakni hingga 17 Februari 2025 ada 811 ekor sapi terjangkit PMK, dan dari jumlah tersebut 446 ekor sapi sembuh dari PMK.

“Saat ini kasus PMK mulai melandai. Biasanya per hari sebanyak 10 laporan sapi terpapar PMK, kini turun hanya menjadi 4 laporan,” ungkapnya.

Lutfi menjelaskan, distribusi vaksin untuk PMK terus disalurkan untuk meminimalisir sebaran. Selain itu sterilisasi melalui penyemprotan disinfektan di area pasar untuk memutus rantai penularan juga terus dilakukan.

“Terutama pada kandang ternak mandiri milik warga juga kami imbau untuk dilakukan pembersihan,” jelasnya.

Repost dari Banyuurip : https://suarabanyuurip.com/2025/02/18/kasus-pmk-di-bojonegoro-melandai-pasar-hewan-akan-kembali-dibuka/