Pemerintah Siapkan Impor 180 Ribu Ton Daging Sapi dan Kerbau

Pemerintah Indonesia berencana mengimpor 180 ribu ton daging sapi dan 100 ribu ton daging kerbau dalam upaya mengatasi kekurangan pasokan menjelang bulan Ramadan yang jatuh pada bulan Maret tahun ini. Salah satu alasan utama di balik keputusan ini adalah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebak, sehingga berdampak pada ketersediaan daging sapi di pasar domestik.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan bahwa keputusan impor ini telah disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bidang pangan. Impor daging sapi sebanyak 180 ribu ton akan dilakukan untuk kebutuhan reguler, sementara impor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton merupakan bagian dari upaya rutin pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging.

Proses dan Penugasan Impor

Berdasarkan hasil Rakortas, impor daging kerbau akan dilakukan oleh BUMN pangan, di antaranya PT Berdikari yang telah berpengalaman dalam mengimpor daging sapi beku dari Brasil dan daging kerbau beku dari India sejak tahun 2018. Namun, hingga saat ini, kepastian impor daging kerbau masih menunggu keputusan lebih lanjut dari rapat lanjutan dengan Kementerian terkait.

Mekanisme impor ini melibatkan beberapa pihak, yaitu:

  1. Kementerian Pertanian, yang bertanggung jawab atas rekomendasi impor.
  2. Kementerian Perdagangan, yang mengeluarkan izin Persetujuan Impor.
  3. Badan Pangan Nasional, yang melakukan perhitungan kebutuhan dan pengawasan distribusi.

Arief menegaskan bahwa sistem check and balance dalam proses impor ini berjalan dengan baik untuk memastikan tidak ada kekeliruan dalam kebijakan yang diambil.

Tantangan dalam Impor Daging

 

Salah satu tantangan dalam pelaksanaan impor tahun ini adalah beban yang harus ditanggung oleh Bulog. Pemerintah berupaya membagi tugas impor daging kepada perusahaan lain, seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), untuk memastikan efisiensi dalam proses distribusi.

 

Namun, keterlibatan perusahaan distributor seperti PT Suri Nusantara Jaya dalam proses impor kerap menimbulkan biaya tambahan yang berdampak pada harga jual di pasar domestik. Hal ini menjadi perhatian pemerintah dalam merancang kebijakan impor yang lebih efektif dan efisien.

Impor daging sapi dan kerbau dari Brasil dan India menjadi langkah strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di tengah wabah PMK yang terus meluas. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen, kestabilan harga, serta dukungan terhadap peternakan lokal.

Repost dari Sapi Bagus :  https://sapibagus.com/pemerintah-siapkan-impor-180-ribu-ton-daging-sapi-dan-kerbau/