Pemerintah Tak Mau Anak-anak Konsumsi Makan Gratis Pakai Susu Impor

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengatakan, saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memasukkan susu dalam alokasinya karena pemerintah tidak ingin memberikan susu impor kepada anak-anak.

 

"Sementara ini mungkin alokasi susu di makan bergizi belum ada karena memang kita tidak ingin memberikan susu impor kepada anak-anak kita," kata dia kepada jurnalis dikutip Rabu (26/2/2025).

Sebagai alternatif pengganti susu, dia mengatakan, makan bergizi gratis saat ini memanfaatkan sumber protein lain seperti telur dan daging ayam.

Sudaryono mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar seiring dengan pertumbuhan industri susu nasional, maka sebagian besar produksi susu dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis.

Program MBG sendiri bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya, guna mengatasi masalah malnutrisi di Indonesia.

"Presiden juga menginginkan kalau nanti industri susu kita sudah besar, maka sebagian besar susu itu harus dialokasikan untuk makan bergizi," ujar dia.

 

Menurut dia, Indonesia mengalami kekurangan sapi indukan, sedangkan pertumbuhan populasi manusia lebih cepat, tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi sapi. Oleh karena itu, Indonesia akan mengimpor 1,2 juta sapi perah indukan secara bertahap pada 2025 hingga 2029. Tujuannya, meningkatkan produksi susu dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pangan nasional, termasuk mendukung program MBG.

 

Dalam mendatangkan sapi indukan ke Indonesia, investasi sepenuhnya berasal dari sektor swasta tanpa menggunakan anggaran negara. "Tidak perlu impor (susu) kalau kita punya tambahan 1,2 juta ekor sapi perah tambahan indukan," kata dia. Sudaryono mengatakan, sebanyak 167 perusahaan telah berkomitmen untuk berinvestasi mendatangkan sapi ke Indonesia. Mereka akan bertanggung jawab atas penyediaan, pemeliharaan, serta kemitraan dengan peternak lokal.

 

Pemerintah menargetkan impor 2 juta ekor sapi dalam lima tahun ke depan, terdiri dari 1,2 juta sapi perah dan 800 ribu sapi indukan untuk daging. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan impor awal sebanyak 250 ribu ekor.

"Ya, 5 tahun ini 2 juta (terdiri dari) 1,2-nya sapi perah, kira-kira 800 ribunya sapi indukan, sapi daging. Tahun ini 250 ribu targetnya," ucap dia.


Repost dari IDN Times : https://www.idntimes.com/business/economy/trio-hamdani/pemerintah-tak-mau-anak-anak-konsumsi-makan-gratis-pakai-susu-impor