Peternak Ayam Petelur Nasional Siaga , Investasi Asing Dikhawatirkan Tekan Peternak Rakyat

Gelombang keresahan tengah melanda peternak ayam petelur skala lokal dan UMKM di berbagai daerah di Indonesia. Kebijakan pemerintah yang membuka peluang investasi, termasuk bagi investor asing padat modal di sektor peternakan layer, dinilai berpotensi menekan keberlangsungan peternak rakyat.

Di tengah kondisi yang belum stabil, para peternak mengaku masih kesulitan dalam penyaluran hasil produksi telur. Sementara itu, biaya operasional terus mengalami kenaikan signifikan, mulai dari harga pakan, obat-obatan, hingga DOC (Day Old Chick). Ironisnya, harga telur di tingkat peternak justru kerap mengalami tekanan.

 

“Ini situasi yang tidak seimbang. Biaya produksi naik, tapi harga jual tidak mengikuti. Kalau kemudian pasar dibuka lebar untuk investor besar, kami khawatir peternak kecil akan semakin terdesak,” ujar salah satu perwakilan peternak dalam keterangannya.

 

Kekhawatiran ini kini meluas secara nasional. Tidak hanya dirasakan peternak di Palembang dan Lampung, tetapi juga di berbagai wilayah di Pulau Jawa serta sentra-sentra peternakan lainnya. Hampir seluruh daerah menyuarakan kekhawatiran yang sama terhadap potensi masuknya investasi besar yang tidak terkendali.

 

Menurut kalangan peternak, investasi bukanlah hal yang ditolak. Namun, tanpa regulasi dan perlindungan yang jelas, masuknya modal besar—terlebih dari luar negeri—dapat menciptakan persaingan yang tidak sehat.

 

“Kami tidak anti investasi. Tapi harus ada keberpihakan. Jangan sampai peternak lokal yang selama ini menjadi tulang punggung produksi justru tersingkir di kandang sendiri,” tegasnya.

 

Situasi ini memicu meningkatnya konsolidasi di kalangan peternak. Ajakan untuk merapatkan barisan, memperkuat koordinasi lintas daerah, hingga wacana aksi bersama mulai bergulir. Bahkan di beberapa daerah, peternak yang sebelumnya cenderung pasif kini mulai menunjukkan sikap lebih aktif dalam memperjuangkan nasib mereka.

 

Sementara itu, suara juga muncul dari kalangan peternak lokal berkelas UMKM di Lampung. Donny Irawan menegaskan bahwa pemerintah diharapkan tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan tanpa melibatkan pelaku usaha di lapangan.
“Pemerintah diharapkan tidak membuat kebijakan sebelum mengajak bicara asosiasi peternak ayam petelur itu sendiri,” ujarnya.

 

Jenny Soelistiani , ketua Pinsar Petelur Nasional wilayah lampung juga menyuarakan hal sama agar
pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis yang berimbang, dengan memastikan perlindungan terhadap peternak lokal, menjaga stabilitas harga, serta mengatur masuknya investasi agar tidak merusak ekosistem usaha peternakan rakyat.
Mereka menegaskan bahwa peternak lokal bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, pemerintah wajib melindungi peternak rakyat, agar bisa tumbuh berkembang sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

 

Repost dari Saibumi : https://www.saibumi.com/artikel-138149-peternak-ayam-petelur-nasional-%E2%80%9Csiaga%E2%80%9D-investasi-asing-dikhawatirkan-tekan-peternak-rakyat.html