Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Kota Bengkulu Diduga Terjangkit Penyakit Ngorok

BENGKULU - Puluhan kerbau mati mendadak di Jalan Melinjo RT 02 RW 01 Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu diduga terjangkit penyakit ngorok.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu M. Syarkawi, melalui Kabid Keswan dan Kesehatan Hewan Veteriner Dinas Keswan Provinsi Bengkulu Indah Permatasari, mengatakan pihaknya sedang mendalami kejadian kerbau mati mendadak di Kelurahan Kandang, Kota Bengkulu"Saat ini di kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur, sedang terjangkit penyakit SE (penyakit ngorok, red). Sementara ini, kami blm mendapat laporan dari kota. Tapi nanti kami akan kroscek ke dinas kota. Juga akan ke lapangan dalam waktu dekat ini," kata Indah.

 

Terpisah, kejadian kerbau mati mendadak ini juga mendapat sorotan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Bengkulu.Ketua PDHI Provinsi Bengkulu drh. Yeni Misra mengungkapkan keprihatinan atas insiden ini. Menurutnya, kerbau mati mendadak diduga bisa diakibatkan keracunan atau sakit yang disebabkan bakteri seperti Bakteri Septicaemia Epizoouiacae (SE) atau penyakit ngorok."Untuk penyakit SE, penyakit ngorok di Provinsi Bengkulu bulan November 2024, kasus positif mulai menurun drastis. Setelah beberapa bulan lalu sempat outbreak (wabah, red) di beberapa kabupaten dan kota dalam Provinsi Bengkulu," jelas Yeni, Kamis (5/11/2024).

 

Yeni menyarankan bagi warga yang memiliki kerbau atau sapi yang mati mendadak diharapkan berkoordinasi dengan dokter hewan terdekat. Agar tidak menyebabkan kerugian lebih besar pada peternak kerbau tersebut. Kompetensi yang dimiliki dokter hewan dan petugas kesehatan hewan di Kota Bengkulu sangat baik. Sehingga mampu membantu peternak yang mengalami hal tersebut.

 

"Untuk obat dan vaksin ngorok cukup tersedia di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu," kata Yeni.

 

Puluhan kerbau milik warga kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu mati mendadak dalam kurun seminggu terakhir. Rata-rata pemilik kerbau yang mati mendadak merupakan warga RT 02 RW 01 Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu yang beternak kerbau di Pulau Baai Kelurahan Sumber Jaya 

 

Peternak kerbau Sukardi (40) warga RT RW 01 Kelurahan Kandang mengungkapkan, sudah empat ekor kerbau miliknya mati mendadak dan belum diketahui penyebabnya.  

"Kalau kerbau aku sudah empat ekor dari sekitar 25-an kerbau yang mati, penyebabnya virus apa tidak tahu kita," kata Sukardi. 

Sukardi mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena empat ekor kerbau miliknya mati mendadak. 

 

Peristiwa kerbau warga mati mendadak bemula saat kerbau mulai dilepasliarkan sekitar pukul 06.00 WIB. "Sekitar jam 06.00-07.00 WIB kami lepasi, pulang sekitar pukul 16.30 WIB seperti kerbau sakit," jelas Sukardi. 

 

Lantas ia langsung memberikan vaksin yang dibeli secara mandiri dengan harga Rp 200.000 per botolnya untuk kerbaunya yang sakit.

Satu botol vaksin tersebut digunakannya untuk 10 kerbau akan tetapi kerbau tersebut tetap mati sampai dengan saat ini. 

"Tidak seperti sebelumnya saat di sekitar empat tahun lalu pernah terjadi pas dicek dinas kesehatan hewan kita kasih obat sembuh," beber Sukardi. 

 

Adapun gejala awal ciri-ciri kerbau yang diduga kuat terjangkit virus yaitu sering ingusan dan kurang aktif. 

"Ingusan kadang itu termenung, matinya ada yang berbuih ada yang tidak. Cerita tukang potong sapi itu penyakit diketahui mulai dari Kabupaten Manna, turun ke Kaur, nyebar lah sampai ke kami," ungkap Sukardi. 

 

Sukardi juga mengkhawatirkan kondisi 42 kerbau miliknya yang rentan tertular virus yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada hewan kerbaunya.

Dari data yang terhimpun ada sekitar 200-an kerbau ternak warga di sekitar kandang Sukardi pun juga terancam mati. 

 

Padahal mereka menggantungkan hidupnya dari pendapatan hasil penjualan kerbau yang mereka pelihara.

"Harapannya dinas kesehatan hewan memikirkan kondisi kami, apa obatnya, apa dia turun ke lapangan untuk mengecek penyakitnya. Kalau dapat lebih cepat lebih bagus," harap Sukardi.

 


Repost dari TribunBengkulu.com: https://bengkulu.tribunnews.com/2024/12/05/puluhan-kerbau-mati-mendadak-di-kota-bengkulu-diduga-terjangkit-penyakit-ngorok