Sapi bali (Bos javanicus domesticus) menjadi salah satu plasma nutfah yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi sub-sektor peternakan Indonesia. Sapi ini bersifat dwiguna, bisa dijadikan sebagai sapi potong maupun sapi pekerja. Ketua Tim Kerja Informasi dan Jasa Produksi Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) dan Hijauan Pakan Ternak (HPT) Denpasar, Bali, Putu Novia Gariri, mengatakan bahwa sapi bali merupakan keturunan dari hewan banteng (Bos javanicus) yang sudah didomestikasi.
“Sapi bali adalah kekayaan genetik lokal Indonesia yang mampu beradaptasi dengan baik yang bukan merupakan keturunan dari, baik Bos indicus maupun Bos taurus, tapi dia merupakan bangsa sapi sendiri yang merupakan domestikasi dari banteng,” ujar Putu dalam progam Jaga Ternak Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (12/10/2026).
“Jadi dia memang merupakan sapi asli plasma nutfah Indonesia yang sudah mampu beradaptasi dengan sangat baik sekali dengan kondisi dan cuaca kita di sini di Indonesia,” kata Putu. Melansir laman resmi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Bali, sapi bali merupakan hasil domestikasi banteng yang dilakukan sejak zaman prasejarah 3500 sebelum Masehi (SM).
Sapi bali dicirikan dengan penampilan fisik yang sintal dan tidak berpunuk layaknya Bos taurus, sapi asal Eropa. Di tengah punggungnya terdapat bulu hitam yang membentuk garis memanjang dari gumba hingga ke ujung ekor. Sapi bali memiliki perbedaan warna berdasarkan jenis kelaminnya. Jantan umumnya berwarna hitam, sementara betina umumnya berwarna merah bata. Pedet atau godel, baik jantan maupun betina, juga berwarna merah bata. Perubahan warna mulai terjadi ketika anak-anak sapi tersebut menginjak usia satu tahun.
Keempat tungkai kakinya berwarna putih. Sementara moncong, kuku, dan ujung ekornya berwarna hitam. Sapi bali disebut memiliki keunggulan bisa beradaptasi dengan lingkungan baru yang baik, memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, hingga bertipe dwiguna. Dwiguna berarti sapi tersebut bisa dijadikan sapi potong atau sapi pekerja, seperti membajak sawah. Sapi ini dinamakan sapi bali karena gennya berasal dari Pulau Dewata. Meski begitu, sapi bali kini disebut sudah menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. “Jadi seperti kita ketahui ya kalau sapi bali itu gak cuma ada di Bali kan. Sapi bali sudah menyebar ke seluruh Indonesia.” kata Putu.
Repost dari Panennews : https://www.panennews.com/peternakan/1683106533/mengenal-sapi-bali-ternak-dwiguna-hasil-domestikasi-banteng

