Peternak kambing perah di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, mulai merasakan lonjakan pendapatan dengan mengombinasikan usaha salak dan kambing perah.
Ketua Perkumpulan Peternak Kambing Perah Rojo Koyo Utomo Nanang Ismail mengklaim pendapatannya meningkat hingga 500 persen.
Potensi tersebut mengemuka saat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Letjen TNI M. Saleh Mustofa meresmikan unit pengolahan susu kambing milik Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo di Dusun Suruh, Desa Banyudadem, Kecamatan Srumbung, Kamis, 29 Oktober 2026.
Nanang mengatakan, kelompoknya mampu memproduksi 30.000-40.000 liter susu kambing per bulan dari lebih dari 250 pelaku usaha di Magelang dan sejumlah daerah di Jawa Tengah.
“Jadi kami tidak mematikan salak, tetapi mengonversi sebagian lahan. Kira-kira 20 persen untuk didirikan kandang,” katanya.
Rojo Koyo Utomo kini memiliki lebih dari 7.000 ekor kambing, dengan 2.000-2.500 ekor di antaranya merupakan kambing laktasi.
Selama ini, peternak memasok sebagian besar susu ke perusahaan pengolahan sehingga masih bergantung pada mitra untuk menghasilkan produk siap konsumsi.
Melalui unit pengolahan koperasi, peternak berharap memperoleh nilai tambah dan margin keuntungan lebih besar.
Wamentan Saleh Mustofa menilai, daerah lain berpotensi mereplikasi pengembangan kambing perah di Magelang.
Namun, efektivitas produksi, efisiensi pengolahan, serta kepastian pasar dan stabilitas harga harus menjadi perhatian.
Pemerintah juga mendorong pembinaan peternak melalui pelatihan, penyuluhan, dan pengembangan inseminasi buatan untuk meningkatkan produktivitas.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, pengembangan kambing perah harus bertumpu pada ekosistem terintegrasi, mulai dari budidaya, pengolahan, perizinan, hingga pemasaran.
“Tidak serta-merta besok bagi kambing, bagi ini, bagi itu. Kita bangun satu ekosistem yang kita dorong untuk diduplikasi di daerah lain,” tegasnya.
Pemkab Magelang telah mendukung hilirisasi melalui fasilitasi peralatan pengolahan, termasuk pasteurisasi, serta pendampingan perizinan agar usaha peternakan berkembang berkelanjutan.
Repost dari Magelang Ekspres : https://magelangekspres.disway.id/amp/678572/wamentan-dorong-hilirisasi-susu-kambing-pendapatan-peternak-magelang-naik-500-persen/16

